Tanah Gembur Penyebab Longsor Kuningan

Octavianus Dwi Sutrisno    •    Kamis, 01 Mar 2018 13:38 WIB
tanah longsorbencana longsor
Tanah Gembur Penyebab Longsor Kuningan
ilustrasi Metrotvnews.com

Bandung: Akses jalan menuju Desa Jabaranti, Karangkencana, Kabupaten Kuningan, masih tertutup material longsor. Selain itu 2.000 warga di tiga desa masih terisolasi.

Tim Tanggap Darurat Badan Geologi yang terdiri dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah dan Basarnas masih berupaya mengevakuasi. Seorang anggota tim tanggap darurat, Anas Luthfi, mengatakan penyebab longsor karena lereng jurang yang curam. Selain itu, di dasar lereng dimanfaatkan sebagai lahan persawahan. 

"Ujung tebing sangat terjal sampai 70 derajat, ditambah lagi curah hujan yang tinggi juga formasi halang (batuan) yang terdiri dari batu pasir dan lempung. Sehingga ketika terjadi longsor batu pasir tersebut bergerak di atas tanah yang gembur dengan cepat turun terbawa air," beber Anas ditemui Medcom.id, di Kantor Geologi, Jalan Diponegoro Kota Bandung, Kamis, 1 Maret 2018.

Anas menuturkan tim masih menunggu curah hujan reda untuk bisa mengevakuasi. Sejumlah bantuan untuk warga terdampak longsor, beber Anas, diulurkan melalui tali sling yang dibetangkan di sepanjang sungai penghubung desa. 

Baca: BPBD: 10 Kecamatan di Kuningan Longsor

Dia menyebut, ada lima desa di Kabupaten Kuningan yang terdampak longsor. Tiga dari lima desa tersebut paling parah terdampak longsor, yakni Desa Cipari, Jabaranti, dan Ciniru.

"Untuk Desa Cipari sekarang sudah mulai terbuka ada jalan setapak namun jalan utamanya sudah tertimbun longsoran," bebernya.

Anas menjelaskan lima wilayah terdampak longsor sudah tak bisa ditinggali warga. Pemkab Kuningan diharap segera merelokasi warga.

"Selain itu ada alih lahan, seharusnya itu hutan malah dirambah menjadi perkebunan. Kita sudah konsultasikan masalah ini dengan Perhutani. Nanti akan ada pembahasan, apakah akan direboisasi kembali," tuturnya.

Tidak ada korban jiwa dalam insiden tersebut. BPBD Kabupaten Kuningan memberikan imbauan sebelumnya kepada warga agar berhati-hati ketika cuaca ekstrem.

"Sehingga ketika terjadi longsor sebagian warga sudah menyingkir terlebih dahulu," ujarnya.

Longsor terjadi pada Rabu, 21 Februari 2018. Longsor diawali dengan hujan deras yang mengguyur wilayah Kuningan selama lima jam. Walhasil sejumlah tanah mengalami pergerakan kemudian longsor.


(LDS)