Menteri Yohanna Sebut Hukuman Kebiri Bisa Dilaksanakan

Octavianus Dwi Sutrisno    •    Senin, 15 Jan 2018 19:36 WIB
kekerasan seksual anak
Menteri Yohanna Sebut Hukuman Kebiri Bisa Dilaksanakan
Ilustrasi korban kekerasan, Medcom.id - M Rizal

Bandung: Menteri Perlindungan Perempuan dan Anak Yohanna Yambise setuju hukuman kebiri dijatuhkan pada pelaku pelecehan seksual. Apalagi, tindak pidana itu menjadikan anak-anak sebagai korban.

Undang Undang Nomor 17 Tahun 2016 tentang hukuman kebiri sudah final. Jadi, kata Yohanna, aturan itu bisa dilaksanakan.

Tapi, kata Yohanna, pemberlakuan hukuman harus sesuai hukum. Pelaku harus menjalan pidana pokok terlebih dulu, antara 15 sampai dengan 20 tahun.

"Setelah itu baru disuntik kimia kebiri sebagai salah satu program rehabilitasi sosial," ujar Yohanna di Mapolda Jawa Barat, Kota Bandung, Senin, 15 Januari 2018.

Yohanna pun mengingatkan warga terlibat untuk merehabilitasi anak-anak yang menjadi korban kekerasan dan tindak pidana seksual. Ia mencontohkan tiga anak yang terlibat dalam pembuatan video porno di Kota Bandung.

Baca: Dua Ibu Ditangkap karena Paksa Anaknya Syuting Adegan Porno

Sedianya, orang tua bertanggung jawab melindungi anak-anak tersebut. Tapi, orang tua dari tiga anak itu ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus pembuatan video porno di Bandung. Orang tua kini mendekam di sel Mapolda Jabar.

"Kalau orang tua berhadapan dengan hukum, bisa (diasuh) dengan tetangga atau keluarga dekat. Namun, bisa juga ditangani oleh negara dengan memasukkan ke panti asuhan atau shelter," paparnya.

Namun, untuk kasus tersebut belum ditentukan mengenai hak asuh anak pihak PP2TP2A masih melakukan pemulihan dan proses trauma healing bagi ketiga korban anak.

Baca: Menteri Yohanna Temui Anak Korban Pembuatan Video Mesum di Bandung

"Jadi sementara ini kita upayakan pemulihan, kepada anak ini agar bisa dikembalikan ke keluarga. Sehingga anak itu bisa kembali sekolah, bermain dan berkreatifitas. Ini kan juga hak anak, nanti kalau sudah semuanya diberikan baru kita kembalikan," pungkasnya.


(RRN)