Pemkot Bekasi Kawal Ketat Pemberlakuan Ganjil Genap

Antonio    •    Senin, 05 Mar 2018 21:47 WIB
sistem ganjil genap
Pemkot Bekasi Kawal Ketat Pemberlakuan Ganjil Genap
Ilustrasi suasana di gerbang tol Bekasi Barat, Jawa Barat. Foto: Medcom.id/Antonio

Bekasi: Pemerintah Kota Bekasi siap menyukseskan pelaksanaan ganjil genap di Kebijakan ganjil genap di Tol Bekasi Timur dan Bekasi Barat pada 12 Maret 2018. Pemkot Bekasi bakal mengawal ketat program ini agar pengguna kendaraan bermotor perlahan beralih ke angkutan massal.

Kebijakaan ini sengaja diberlakukan untuk menekan kemacetan di jalur arteri Kota Bekasi.  Pejabat Sementara (Pjs) Wali Kota Bekasi, Ruddy Gandakusumah mengatakan, pihaknya sudah menentukan titik-titik yang diprediksi akan dilalui kendaraan menumpuk.

"Kita sudah memastikan titik-titik mana yang diduga akan menimbulkan kerawanan, kita taruh orang disitu, termasuk petunjuk yang diperlukan, termasuk kantong parkir," kata Ruddy di Bekasi, Senin, 5 Maret 2018.

Kepadatan diprediksi akan terjadi dua minggu pertama setelah kebijakan berlaku pada 12 Maret 2018. Setelah itu, lalu lintas akan kembali cair. Kebijakan ganjil genap ini juga akan terus dikaji dan disosialisasikan.

(Baca: Ganjil Genap, Rekayasa Lalu Lintas di Tol Bekasi Disiapkan)

"Kita akan lakukan sosliasiasi terus menerus. Ini kebijakan, kami melaksanakan. Sudah barang tentu kami akan melakukan yang terbaik yang dapat dilakukan jangan sampai masyarakat dirugikan," paparnya.

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi memprediksi kemacetan di jalan arteri tidak akan terlalu parah akibat pemberlakuan ganjil genap. Konsep pemberlakuan ganjil genap ialah untuk mengedukasi masyarakat agar menggunakan kendaraan umum buka untuk melewati pintu tol lainnya.

"Jadi kalau dia macet paling enak ya naik bus. Cuma Rp20 ribu, kita usahakan tujuh menit sekali kalau perlu tambahin lagi. Yang bagus bukan ke Kalimalang tapi naik bus," ujarnya.

(Baca: Petugas Sosialisasikan Kebijakan Ganjil Genap di Gerbang Tol Bekasi)


(SUR)