Buni Yani Dituntut Dua Tahun Penjara

Roni Kurniawan    •    Selasa, 03 Oct 2017 15:35 WIB
buni yani tersangka
Buni Yani Dituntut Dua Tahun Penjara
Buni Yani mendengarkan tuntutan jaksa penuntut umum di di Gedung Perpustakaan dan Arsip Kota Bandung, Jalan Serum, Selasa 3 Oktober 2017.MTVN/Roni

Metrotvnews.com, Bandung: Terdakwa kasus dugaan pelanggaran Undang-undang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE) Buni Yani, dituntut dua tahun penjara oleh jaksa penuntut umum (JPU). Buni Yani juga dikenakan denda sebesar Rp100 juta dengan subsider tiga bulan penjara.

Agenda pembacaan tuntutan yang dibacakan langsung oleh JPU pada lanjutan persidangan di Gedung Perpustakaan dan Arsip Kota Bandung, Jalan Serum, Selasa 3 Oktober 2017.

"Perbuatan saudara secara sah dan meyakinkan telah memenuhi unsur pidana ITE berupa melakukan dengan sengaja dan tanpa hak atau melawan hukum menambah, mengurangi, menghilangkan terhadap informasi elektronik atau dokumen elektronik milik orang lain atau milik publik," ujar JPU Andi M. Taufik ketika membacakan tuntutan.

Andi mengatakan, Buni Yani didakwa dengan pasal 32 ayat 1 jo pasal 48 ayat 1 yang berisi "Setiap orang dengan sengaja dan tanpa hak atau melawan hukum dengan cara apa pun mengubah, menambah, mengurangi, melakukan transmisi, merusak, menghilangkan, memindahkan, menyembunyikan suatu Informasi Elektronik dan/atau dokumen elektronik milik orang lain atau milik publik."

Tuntutan yang dikeluarkan oleh JPU setelah melalui berbagai pertimbangan. Pertama, Buni Yani dianggap memberikan keterangan berbelit dan dapat menimbulkan perpecahan antar umat beragama, tidak bersikap sopan, tidak menyesali perbuatannya, dan sebagai dosen tidak memberi contoh kepada masyarakat. 

"Untuk hal yang meringankan, terdakwa belum pernah dihukum sebelumnya," lanjut Andi.

Sementara itu, penasehat hukum Buni Yani akan menyampaikan pledoi dalam dua minggu ke depan dan itu ditunda hingga tanggal 17 Oktober nanti dengan agenda pembacaan pledoi atau pembelaan. 

Buni berurusan dengan hukum setelah mengunggah video pidato Ahok yang mengutip surah Al Maidah ayat 51, Facebook. Pidato itu disampaikan Ahok di Kepulauan Seribu pada September 2016.

Buni mengaku, mendapat video tersebut dari akun Facebook Media NKRI. Unggahan Buni membuat Ahok harus berurusan dengan hukum. Ahok divonis dua tahun penjara atas kasus penodaan agama.
 
Sementara itu, Buni terjerat kasus penghasutan berbau SARA. Dia dijerat Pasal 28 ayat 2 dan Pasal 45 ayat 2 UU Nomor 11 Tahun 2008 tentang ITE dengan ancaman pidana maksimal enam tahun penjara atau denda paling banyak Rp1 miliar.


(ALB)