Fatayat NU Lantik 500 Daiyah Antiradikalisme

Jaenal Mutakin    •    Jumat, 21 Apr 2017 14:48 WIB
radikalisme
Fatayat NU Lantik 500 Daiyah Antiradikalisme
Sarasehan bertema `Pencegahan Paham Radikalisme Teroris dan Launching Da'iyah Anti Radikalisme` -- MTVN/Jaenal Mutakin

Metrotvnews.com, Bandung: Paham radikalisme saat ini sudah membidik perempuan dan anak-anak. Karenanya, perempuan harus bergerak dan bersatu memerangi paham negatif radikal dengan menanamkan nilai agama Islam.

"Fatayat selain memiliki potensi jemaah yang banyak, juga harus bisa memberikan pemahanan untuk mengantisipasi adanya gerakan yang membahayakan," kata Ketua Fatayat NU Anggia Ermarini saat sarasehan bertema `Pencegahan Paham Radikalisme Teroris dan Launching Da'iyah Anti Radikalisme` di Hotel Papandayan, Bandung, Jawa Barat, Jumat, 21 April 2017.

Anggia menjelaskan, anak dengan pemahaman agama dan kebangsaan akan mampu menangkal hal-hal negatif yang dapat menimbulkan perpecahan umat dan bangsa. Ibu memiliki peranan penting untuk menanamkan paham agama dan berbangsa yang benar kepada anaknya.

"Pada kesempatan ini, kami juga melantik 500 daiyah antiradikalisme Fatayat NU. Ini baru tahap pertama, nanti dilanjut ke seluruh pengurus se-Indonesia," ujar Anggia.

Menurut Anggia, baru-baru ini teroris sering menjadikan perempuan sebagai `martir` atau `pengantin` untuk melancarkan aksinya. Contohnya, kasus bom panci di bekasi dengan tersangka Dian Yulia Novi. Ada pula TKI yang dipulangkan dari Taiwan karena terindikasi dengan ISIS.

"Kaum perempuan jangan sampai gagap teknologi (gaptek), karena akan rawan menjadi sasaran penyebaran radikalisme dan terorisme yang cepat. Seorang ibu harus bisa memantau anaknya menggunakan internet," pungkasnya.


(NIN)