Aa Gym Potensial Bersaing di Pilgub Jabar

   •    Kamis, 22 Jun 2017 14:39 WIB
pilgub jabar 2018
Aa Gym Potensial Bersaing di Pilgub Jabar
Abdullah Gymnastiar yang dikenal dengan nama AA Gym --Ant--

Metrotvnews.com, Bandung: Sosok Abdullah Gymnastiar atau Aa Gym berpotensi menjadi pesaing dalam Pemilihan Gubernur Jawa Barat (Pilgub Jabar) 2018. Pimpinan Pondok Pesantren Daarut Tauhid Bandung itu memiliki modal kepemimpinan, sehingga bukan tidak mungkin namanya masuk dalam bursa calon Gubernur Jabar.

"Aa Gym sangat menarik, potensial," ujar Ketua DPP Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Muhaimin Iskandar saat meninjau Pasar Cimindi, Kota Cimahi, seperti diuktip Antara, Kamis 22 Juni 2017.

Meski begitu, PKB belum bisa memutuskan siapa yang akan didukung dalam Pilgub nanti. Terlebih partai berlambang bola dunia dengan dasar hijau ini, telah melakukan komunikasi ke beberapa sosok lain, seperti Ridwan Kamil, Deddy Mizwar, serta Dedi Mulyadi.

"(Aa Gym) punya modal kepemimpinan tapi belum kita lihat. Semua sudah komunikasi dengan pak RK (Ridwan Kamil), dua Dedi juga sudah komunikasi. Pada dasarnya semua memiliki kualifikasi," kata dia.

Sebelumnya, nama Aa Gym masuk dalam kandidat terpopuler yang dirilis Indo Barometer. Nama dai kondang tersebut berada diposisi dua dikalahkan oleh nama Deddy Mizwar yang berada diurutan pertama.

Selain itu, Pimpinan Pondok Pesantren Daarut Tauhid Bandung ini masuk dalam daftar lima calon gubernur yang disukai dengan presentase 80,2 persen. Adapun posisi pertama ditempati Ridwan Kamil 88,7 persen, Deddy Mizwar 83 persen, Dedi Mulyadi 80,9 persen, dan Dede Yusuf 80,2 persen.

Sekadar informasi, kursi DPRD Jabar berisi dari 100 kursi. Terdiri dari PDIP (20 kursi), Golkar (17), Demokrat (12), PKS (12), Gerindra (11), PPP (9), PKB (7), NasDem (5), PAN (4), dan Hanura (3).

Jika parpol poros pendukung pemerintahan Jokowi-JK solid, persentase dukungan parpol pada Pilgub Jabar 2018 mencapai 65 persen kursi DPRD. Terdiri dari PDIP, Golkar, PPP, PKB, NasDem, PAN, dan Hanura.

Sementara poros oposisi yang terdiri dari PKS dan Gerindra punya kekuatan 23 persen kursi DPRD Jabar. Artinya, bisa mengusung pasangan calon sendiri.

Sedangkan Partai Demokrat, sebagai poros penyeimbang, akan berdiri sendirian dengan kursi 12 persen kursi DPRD Jabar; tidak memenuhi syarat mengajukan pasangan calon.

Namun jika koalisi parpol pada Pilgub DKI Jakarta terjadi pada Pilgub Jabar, poros penyeimbang (Demokrat, PPP PKB dan PAN) memiliki 32 persen kursi. Artinya, memenuhi syarat mengusung pasangan calon sendiri.



(ALB)