Bisnis STNK Palsu Buat Negara Merugi Ratusan Miliar Rupiah

Octavianus Dwi Sutrisno    •    Selasa, 12 Sep 2017 18:34 WIB
pajak kendaraanpemalsuan dokumen
Bisnis STNK Palsu Buat Negara Merugi Ratusan Miliar Rupiah
Ilustrasi STNK palsu. Foto: MI/Ramdani

Metrotvnews.com, Bandung: Polda Jawa Barat mengungkap sebuah gembong pemalsuan STNK motor besar (motor gede atau moge) dan menangkap tiga tersangka. Negara disebutkan berpotensi merugi ratusan miliar rupiah karena bisnis surat kendaraan bodong tersebut.

"Apabila kita hitung-hitung dari semua ini hampir lebih dari ratusan milyar. Kerugian pajak negara yang harus dibayarkan oleh yang bersangkutan. Bisa saja lebih dari ini," ungkap Direktur Reskrimum Polda Jabar Kombes Pol Umar S. Fana, Selasa 12 September 2017.

SJ, ED dam IR sudah berbisnis surat bodong selama lima tahun belakangan. Dalam setahun, mereka bisa memproduksi hingga 900 STNK palsu. Bahkan surat-surat palsu yang diproduksi gembong tersebut mencapai 1.000-1.200 dalam setahun jika dicek melalui sistem komputerisasi.

"Tiap tahun dan ini berjalan terus. Kalau bicara pendapatan mereka. Satu STNK ini dijual 5 juta, berarti berbanding terbalik. Yang harusnya diterima negara, ini dinikmati oleh mereka," terangnya.

Mereka mematok harga lima sampai tujuh juta rupiah per lembar STNK. Tidak hanya moge, mereka juga melayani pembuatan STNK mobil.

(Baca: Polda Jabar Bongkar Gembong Pembuat STNK Moge Bodong)

Selain bisnis surat bodong, mereka juga berdagang motor tak terdaftar. Mayoritas motor yang mereka perjualbelikan adalah motor mewah atau motor gede.

Penangkapan gembong pembuat surat dan pedagang moge bodong ini disambut hangat komunitas otomotif di Jawa Barat. Sebab, perdagangan moge dan surat bodong ini telah lama membuat mereka resah.

"Mereka mendatangi kita, dan mengucapkan terima kasih dan memberikan data valid kepada kita. Kita pun masih mengembangkan kasus ini," pungkasnya.

Sebelumnya, Polda Jabar mengamankan tiga pelaku pembuatan STNK dan Penjualan moge bodong.  Selain mengamankan pelaku polisi juga menyita 26 moge dan ratusan STNK palsu dari para pelaku.


(SUR)