Pemilik First Travel Jadi Tersangka, Anggia tak Bisa Batalkan Rencana Umrah

Octavianus Dwi Sutrisno    •    Jumat, 11 Aug 2017 19:27 WIB
ibadah umrah
Pemilik First Travel Jadi Tersangka, Anggia tak Bisa Batalkan Rencana Umrah
Kantor First Travel di Kota Bandung, MTVN - Octa

Metrotvnews.com, Bandung: Anggia Pratiwi, 32, berulang kali mendatangi Kantor First Travel di Kota Bandung, Jawa Barat. Namun usahanya sia-sia terlebih pemilik First Travel kini menjadi tersangka kasus penipuan pemberangkatan jemaah umrah.

Anggia mengaku tergiur dengan program promosi membayar perjalanan umrah dengan harga murah dari First Travel. Ia pun mendaftar ke First Travel Cimanggis, Depok, pada Februari 2016. Ia juga membayar biaya tersebut secara lunas.

"Saya dan keluarga lunasi biaya umrah semuanya Rp14,3 juta kali. Empat orang jadi sekitar Rp50 juta lebih itu tahun kemarin, menurut pihak First Travel saya dijanjikan berangkat umrah pada Mei 2017," ungkapnya ditemui di halaman Kantor First Travel Bandung, Jalan Ibrahim Adjie no 113 Kota Bandung, Jumat 11 Agustus 2017.

Anggia menuturkan, menurut pihak First Travel Bandung, apabila ingin melakukan pembatalan sebaiknya langsung mendatangi kantor travel pusat umroh tersebut di TB Simatupang Jakarta Selatan. Namun Anggia mengurungkan niatnya setelah mendapat kabar bahwa kantor tersebut telah disegel polisi.

"Saya sudah persiapkan dokumen persyaratan pembatakan, tapi lihat di TV dan media sosial ternyata, kantornya disegel," tuturnya.

Menurutnya, sempat ada penjelasan dari pihak travel bahwa dirinya batal berangkat pada Mei 2017 lalu. Ia kemudian dijanjikan bisa berangkat pada November 2017.

Lihat video:



Anggia mengaku, pembiayaan keberangkatan umrah memang lebih murah dibandingkan  jasa travel lain. 

"Teman saya ada yang mendaftar tahun 2015, dia berangkat kemarin Maret 2016 memang murah tapi harus menunggu lama," katanya.

Hingga kini, Anggia masih memperjuangkan nasibnya dirinya hanya ingin membatalkan keberangkatan dan mengambil kembali uang yang telah dibayarkan ke kantor travel tersebut.

"Saya tetap mau batal, walaupun dijanjikan untuk berangkat tetap saya ingin batal dan mengambil uang saya juga paspor saya," paparnya.

Selain itu, dirinya berharap ada kejelasan bagi para jamaah yang telah mendaftar dan membayar paketan umroh karena mereka telah menunggu lama.

"Mudah mudahan ada kejelasan bagi jamaah jangan sampai terlantar dan tidak tahu harus berbuat apa," pungkasnya.

Sementara itu, Ine (42) yang juga korban promo murah First Travel perjalanan Umrah masih bungkam enggan memberikan pendapat.

"Saya tidak bisa ngomong apa - apa saat ini," tandasnya.

Pasangan suami istri pemilik First Travel ditetapkan sebagai tersangka kasus penipuan perjalanan umrah. Keduanya diduga tidak memberangkatkan 35.000 calon peserta umrah. Total kerugian ditaksir Rp550 miliar.


(RRN)