KAI Larang Masyarakat Ngabuburit di Jalur Kereta

Octavianus Dwi Sutrisno    •    Minggu, 27 May 2018 16:45 WIB
Ramadan 2018
KAI Larang Masyarakat <i>Ngabuburit</i> di Jalur Kereta
Petugas KAI mengusir yang ngabuburit di jalur kereta api Cicalengka. Istimewa

Bandung: PT Kereta Api Indonesia melarang masyarakat untuk ngabuburit atau menunggu waktu berbuka puasa di jalur kereta api. Selain membahayakan, aktivitas itu dianggap melanggar Undang-Undang.

Manager Humas PT KAI (Persero) Daop 2 Bandung, Joni Martinus mengatakan, UU 23 Tahun 2007 tentang Perkeretaapian, Jalur Kereta Api adalah jalur yang terdiri atas rangkaian petak jalan rel yang meliputi ruang manfaat jalur kereta api, ruang milik jalur kereta api, dan ruang pengawasan jalur kereta api, termasuk bagian atas dan bawahnya yang diperuntukkan bagi lalu lintas kereta api. 

"Tidak boleh ada orang yang berada di lintasan kereta api karena itu sangat membahayakan," kata Joni.

Selain itu aturan mengenai larangan itu juga telah dibakukan dalam dalam pasal 181 ayat (1) UU 23 Tahun 2007 tentang Perekeretaapian yang menyatakan setiap orang dilarang berada di ruang manfaat jalur kereta api; menyeret, menggerakkan, meletakkan, atau memindahkan barang di atas rel atau melintasi jalur kereta api; atau menggunakan jalur kereta api untuk kepentingan lain, selain untuk angkutan kereta api.

Joni menyatakan, bagi pelanggar terhadap aturan itu akan dikenakan sanksi berupa pidana penjara paling lama 3 (tiga) bulan atau denda paling banyak Rp15 juta.

Selain itu, Joni juga mengimbau agar masyarakat turut membantu menjaga keselamatan perjalanan kereta api dan juga memberi pengertian atau teguran apabila ada masyarakat yang bermain atau melakukan kegiatan di jalur kereta api. 

"Mari kita sama-sama waspada dan ikut menjaga keselamatan. Jangan melakukan kegiatan apapun di jalur kereta api. Banyak kejadian tabrakan dengan korban masyarakat yang sedang berjalan atau iseng nongkrong di jalur kereta," pungkasnya.


(ALB)