Pulau Jawa Terasa Lebih Dingin

Ahmad Rofahan    •    Jumat, 27 Jul 2018 10:46 WIB
cuaca
Pulau Jawa Terasa Lebih Dingin
ilustrasi Medcom.id

Cirebon: Suhu di sejumlah wilayah di Jawa Barat dilaporkan lebih dingin dibandingkan biasanya. Pagi ini, sejumlah status di media sosial berseliweran mengenai kondisi cuaca yang dilaporkan lebih dingin dibandingkan biasanya. Cuaca dingin juga dirasakan di Cirebon, Jawa Barat. Sejumlah warga merasakan suhu yang berbeda dibandingkan biasanya. 

Seperti yang dirasakan Umi Hani, 27, warga Astanajapura Cirebon ini mengaku cukup kedinginan pada malam hingga pagi ini. Padahal biasanya cuaca di Cirebon cukup panas. Hani menduga, selain karena memang angin yang cukup kencang, ada faktor lain yang membuat suhu di Cirebon lebih dingin.

“Iya, hari ini lebih dingin dibandingkan biasanya,” kata Hani di Cirebon, Jumat, 27 Juli 2018.

Hal serupa juga dirasakan Osha Siti Sawiyah, mahasiswa di salah satu Univerisitas di Bandung Jawa Barat. Ia mem-posting status suhu udara di media sosialnya. Ia menampilkan tangkapan layar suhu udara yang didapatkan dari telepon selulernya. Angka yang tercantum yaitu 16 derajat.

Kondisi tersebut dibenarkan oleh prakirawan dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Jatiwangi Majalengka, Ahmad Faa Iziyn. Menurutnya, suhu pada hari ini memang lebih rendah dibandingkan dengan hari biasanya. Suhu normal di Cirebon yang biasanya minimal berada di kisaran 24 derajat, pada hari ini lebih rendah.

“Hari ini, di Cirebon suhunya mencapai 21 derajat,” kata Faa Iziyn.

Faizin mengemukakan penyebab dari menurunnya suhu udara di Cirebon dikarenakan adanya embusan aliran massa udara yang berasal dari benua Australia menuju Asia melewati Indonesia, khususnya Jawa. Aliran massa tersebut bersifat basah karena benua Australia sedang musim dingin.

“Sehingga di wilayah kita juga terasa dingin,” kata Faa Iziyn.

Selain itu, beberapa hari terakhir di wilayah Indonesia, khususnya Jawa, atmosfernya hanya sedikit. Hal ini bisa terlihat dari tutupan awan yang tidak signifikan selama beberapa hari terakhir. 

Berdasarkan teori fisika, uap, dan air merupakan zat yang cukup efektif dalam menyimpan energi panas. Kondisi ini menyebabkan energi radiasi yang dilepaskan bumi ke luar angkasa tidak tertahan atau tersimpan di atmosfer.

“Akibatnya, energi yang digunakan untuk meningkatkan suhu atmosfer lapisan dekat permukaan bumi kurang. Hal ini juga menjadi penyebab suhu udara lebih dingin,” ujarnya.

Faa Izyin memprakirakan suhu dingin ini akan berlangsung hingga tiga hari ke depan. Kondisi seperti ini bukan hanya dirasakan di Cirebon saja, melainkan dirasakan di seluruh Pulau Jawa.


(ALB)