Aher Yakin Hasil UNBK Sulit Dimanipulasi

Octavianus Dwi Sutrisno    •    Selasa, 03 Apr 2018 15:31 WIB
ujian nasional
Aher Yakin Hasil UNBK Sulit Dimanipulasi
Siswa mengikuti Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK). Foto: Antara/M Agung Rajasa

Bandung: Ujian Nasional (UN) SMA/SMK di Jawa Barat tahun ini seluruhnya sudah berbasis komputer. Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) ini diakui Gubernur Jabar Ahmad Heryawan istimewa karena kecil kemungkinan manipulasi dan kecurangan.

Aher menjelaskan tidak ada kebocoran soal dalam penyelenggaraan UNBK melihat sistem komputerisasi, selain itu soal yang diberikan pada siswa berbeda-beda, sehingga merekatidak bisa saling diskusi dan mencontek.

"Secara sistem kita buat untuk tidak bisa dimanipulasi, tidak bisa curang, tidak bisa nyontek. Itu keuntungannya," kata Aher, sapaan Ahmad Heryawan, Selasa, 3 April 2018.

Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat Ahmad Hadadi menjamin UNBK bisa diterapkan 100 persen di seluruh daerah. Sebanyak 260.956 komputer dapat digunakan secara bergantian oleh SMA, SMK, MA serta Paket C.

Untuk menyokong ratusan ribu komputer yang akan dipakai sekolah menengah atas dan sederajat, Disdik Jabar juga telah menyiapkan ratusan ribu peladen (server).
 
"Dengan 260.956 unit komputer dan  8.816 server ini bisa untuk menyelenggarakan UNBK 100 persen, karena SMA dan SMK tidak bersamaan, demikian  juga halnya Paket C, jadi bisa bergantian," paparnya.

Ahmad Hadadi telah berkoordinasi dengan dengan berbagai pihak untuk kelancaran penyelenggaraan UNBK serentak. Terutama untuk menghindari permasalahan teknis dan penyelenggaraan UNBK bisa tepat waktu.

"Kami sudah antisipasi, termasuk PLN. Sehingga diharapkan selama UNBK pasokan listrik bisa maksimal, tidak ada kendala," tegasnya.

Peserta didik yang mengikuti UNBK tingkat SMA sederajat di Jawa Barat berjumlah 638.045 siswa dari 6.457 institusi pendidikan. Jumlah ini meningkat dari tahun sebelumnya yang berkisar 550.000 siswa.


(SUR)