Perilaku Buang Sampah Jadi Kunci Revitalisasi Sungai Citarum

Gervin Nathaniel Purba    •    Selasa, 04 Sep 2018 15:46 WIB
berita kemenko pmk
Perilaku Buang Sampah Jadi Kunci Revitalisasi Sungai Citarum
Relawan Jaga Balai dari Majalaya Riki Waskito -- Foto: Istimewa

Bandung: Perubahan perilaku buang sampah di sungai merupakan sebuah elemen penting yang dapat berkontribusi signifikan terhadap upaya revitalisasi Sungai Citarum. Perubahan perilaku ini terlihat sederhana, namun berdampak positif jika dilakukan oleh seluruh warga.

“Perubahan perilaku buang sampah di Sungai Citarum inilah yang kami terus dorong melalui Yayasan Jaga Balai, sehingga sungai kembali kepada fungsi alamiahnya dan dapat berdampak positif bagi warga yang tinggal di sekitar DAS Citarum” ujar Relawan Jaga Balai dari Majalaya Riki Waskito dalam keterangan tertulis, Jakarta, Selasa 4 September 2018.

Riki menjelaskan banjir bandang yang disebabkan oleh rusaknya DAS Citarum dapat diminimalisir atau bahkan dihindari bila warga secara serius memelihara alam. “Secara sederhana, jika kita membuang sampah ke selokan maka sampah tersebut akan berakhir di sungai dan jika jumlahnya banyak, maka potensi banjir bandang akan semakin tinggi. Hal inilah yang harus diubah” ungkap Riki.

Selain melakukan sosialisasi perubahan perilaku masyarakat,  Yayasan Jaga Balai dan kawan-kawannya juga melakukan aksi dengan mendeteksi dini bencana banjir bandang. Aksi tersebut dipercaya dapat mengurangi potensi kerusakan dan korban jiwa yang disebabkan oleh banjir bandang.

“Kami fokus dalam kegiatan pemantauan cuaca, analisa dari berbagai tanda-tanda alam yang berpotensi terhadap terjadinya banjir bandang, karena Majalaya memiliki karakter banjir bandang yang berbeda dengan yang ada di Kecamatan Baleendah, Dayeuh kolot, dan Bojongsoang. Karakter banjir bandang ini lebih destruktif,” tambahnya.

Di sisi lain, anggota PKK dari Kecamatan Baleendah Suryani menjelaskan bahwa upaya bersih-bersih DAS Citarum merupakan cerminan dari Gerakan Nasional Revolusi Mental khususnya terkait dengan nilai gotong royong.

“Kita rutin melakukan kegiatan bersih-bersih di sekitar DAS Citarum bergotong royong dengan warga dari berbagai kecamatan lainnya sehingga upaya ini dapat jauh lebih efektif apalagi sekarang sudah ada bank sampah” katanya.

Suryani pun meminta pemerintah provinsi maupun pusat agar memberikan dukungan sepenuhnya terhadap upaya komunitas PKK Kecamatan Baleendah dalam merivitalisasi DAS Citarum. “Warga di sekitar DAS Citarum siap untuk di relokasi dan kami juga siap mendukung apabila akan dilakukan pengerukan” ungkap Suryani.

Sementara itu, Sekretariat Revolusi Mental Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK) Harod Novandi menambahkan pihaknya menggelar lomba berbagi foto kegiatan melalui media sosial untuk mendorong semangat dan partisipasi masyarakat dalam merevitalisasi DAS Citarum.

“Lomba ini bertujuan untuk memviralkan berbagai kegiatan yang ada di masyarakat sekitar DAS Citarum yang terkait dengan Gerakan Indonesia Bersih, sehingga dapat mempengaruhi masyarakat lainnya dan memberikan contoh bahwa kegiatan di DAS Citarum berjalan nampak perubahannya,” tuturnya.

Lebih lanjut  Harod mengungkapkan melalui lomba ini, aksi nyata revitalisasi DAS Citarum seperti buang sampah pada tempatnya menjadi poin utama.  “Sehingga semangat menjaga kebersihan DAS Citarum dan implementasi Gerakan Indonesia Bersih dapat diwujudkan dan dampak positifnya dapat dirasakan oleh seluruh warga” ucap Harod.

 


(Des)