Jelang Asian Games, Puluhan Terduga Teroris Ditangkap di Jabar

P Aditya Prakasa    •    Jumat, 03 Aug 2018 13:31 WIB
terorisme
Jelang Asian Games, Puluhan Terduga Teroris Ditangkap di Jabar
Kapolda Jawa Barat Irjen Pol Agung Budi Maryoto, Medcom.id - P Aditya Prakasa

Bandung: Polda Jawa Barat menangkap 37 terduga teroris menjelang gelaran Asian Games 2018. ‎Penangkapan oleh Tim Anti Teror Densus 88 itu dilakukan sejak bulan Juni 2018.

Kapolda Jawa Barat Irjen Agung Budi Maryoto ‎mengatakan, 37 teroris tersebut ditangkap di kota yang berbeda, yaitu Tasikmalaya, Bandung, Subang, Bogor, Cirebon, dan Indramayu.

"Kita sudah lakukan penangkapan kurang lebih 37 orang di Jawa Barat," kata Agung usai apel gelar pasukan di Lapangan Gasibu, Kota Bandung, Jumat 3 Agustus 2018.

Pada Rabu 1 Agustus 2018 lalu, Densus 88 telah menangkap terduga teroris di kawasan Gedebage, Kota Bandung. Terduga teroris tersebut berinisial JR, RH, dan TBL.

Agung mengatakan, penangkapan tersebut berkaitan dengan sejumlah aksi teror di berbagai wilayah.

"Ya termasuk yang kemarin. Kita melakukan kegiatan anti teror ini, kita proaktif sekarang. Kita lakukan penangkapan-penangkapan jaringan sel-sel terutama dari JAD yang berpotensi melakukan aksi teror," kata Agung.

Rumah kontrakan para terduga teroris berada tak jauh dari Markas Polda Jawa Barat dan Gelora Bandung Lautan Api (GBLA), namun Agung membantah dua objek vital tersebut menjadi sasaran.

Baca: Densus Antiteror 88 Tangkap Tiga Terduga Teroris di Bandung

"Terduga teroris itu termasuk jaringan JAD, karena GBLA tempat latihan atlit, maka kita ambil dulu supaya tidak ada hal yang tidak kita ingin terjadi. Bukan sasaran, tapi berdekatan dengan GBLA jadi berpotensi, jadi bukan sasaran ," ucap Agung menambahkan.

‎Menurut warga setempat, rumah kontrakan yang dihuni para terduga teroris tersebut juga ditempati oleh anak-anak di bawah umur. Bahkan tersiar kabar bahwa ada anak dari terpidana mati Aman Abdurahman di rumah tersebut.

"Nanti kita koordinasi den‎gan Dinas Sosial. Kalau info itu dari teman-teman Densus yang melakukan pendalaman pemeriksaan. Kita saat ini membantu menangkap saja," ucap Agung.

‎Agung mengimbau kepada masyarakat segera melapor kepada pihak berwenang apabila menemukan adanya kejanggalan di sekitar lingkungannya.



(RRN)