Mekatronika UNPAR Siap Cetak SDM Unggul Hadapi Revolusi Industri 4.0

Pelangi Karismakristi    •    Senin, 09 Jul 2018 15:00 WIB
UNPAR
Mekatronika UNPAR Siap Cetak SDM Unggul Hadapi Revolusi Industri 4.0
Prodi Teknik Elektro UNPAR merupakan prodi pertama di Indonesia yang berkonsentrasi pada mekatronika (Foto:Dok)

Bandung: Era revolusi industri 4.0 tidak bisa lepas dari perkembangan dunia digital dan teknologi informasi yang sangat pesat. Hal ini juga ditentukan oleh penguasaan teknologi oleh sumber daya manusia (SDM) yang berkualitas. 

Universitas Katolik Parahyangan (UNPAR) siap menghasilkan SDM yang berkualitas dalam menghadapi revolusi industri 4.0 melalui program studi (Prodi) Teknik Elektro yang berada di bawah naungan Fakultas Teknologi Industri (FTI). 

Prodi ini telah dibuka pada 2015 dan mendapatkan predikat B pada tahun ini. Berbeda dengan universitas lainnya, Prodi Teknik Elektro UNPAR merupakan prodi pertama di Indonesia yang berkonsentrasi pada mekatronika.

Mekatronika merupakan suatu ilmu lintas disiplin yang menggabungkan dari berbagai aspek ilmu lainnya,  yaitu teknik elektro, teknik mesin, teknik kendali, dan teknik komputer. Aspek ilmu tersebut akan menjadi dasar bagi perkembangan industri pada masa mendatang.

Mekatronika UNPAR menggunakan kurikulum yang disusun berdasarkan panduan dari Forum Teknik Elektro Indonesia (FORTEI), dengan 23 kategori badan pengetahuan (body of knowledge). Ini merupakan kunci mencetak lulusan unggul yang memiliki karakter kepemimpinan, berdaya saing, dan menjunjung tinggi tanggung jawab, serta punya etika berprofesi.

Guna mendukung proses belajar mahasiswa, Mekatronika UNPAR ditunjang berbagai sarana. Salah satunya, laboratorium. Terdapat empat laboratorium pendukung, yakni laboratorium elektronik, laboratorium pengukuran dan akuisisi data, laboratorium komputasi data, serta laboratorium sistem kendali dan robotika.

Selain digunakan sebagai proses pendidikan, laboratorium Mekatronika dipakai untuk mencari peluang serta kesempatan melakukan penelitian dan pengabdian masyarakat. 

Hebatnya lagi, meski tergolong masih berusia seumur jagung, mahasiswa Mekatronika UNPAR telah menuai prestasi. Mahasiswa yang tergabung dalam Tim Parahyangan Mechatronics (Paratronics) berhasil meraih peringkat delapan besar dalam ajang Kontes Robot Indonesia 2018.

Ini merupakan prestasi yang membanggakan, mengingat Mekatronika UNPAR baru memiliki tiga angkatan. Prestasi tersebut diharapkan bisa membangkitkan semangat mahasiswa untuk terus meningkatkan kemampuan.

Tak hanya itu saja, Himpunan Mahasiswa Program Studi Teknik Elektro Konsentrasi Mekatronika (HMPSTEM) juga pernah mengadakan ajang kompetisi robot tingkat SMA sederajat di Kota Bandung, Mechathronics Robotic Competition. Kegiatan itu sekaligus bertujuan untuk mengenalkan mekatronika pada masyarakat, terutama terkait prospek kerja bagi lulusannya pada masa mendatang.


(ROS)