Gempa dan Tsunami di Palu

Jumlah Warga Sukabumi Jadi Korban Bencana Bertambah

Antara    •    Rabu, 03 Oct 2018 10:37 WIB
Gempa Donggala
Jumlah Warga Sukabumi Jadi Korban Bencana Bertambah
Polri kerahkan anjing pelacak untuk menemukan jenazah korban terjangan gempa dan tsunami di Palu, Selasa, 2 Oktober 2018, dok: istimewa

Sukabumi: Jumlah warga Sukabumi, Jawa Barat, yang menjadi korban bencana gempa dan tsunami di Sulawesi Tengah bertambah. Hingga berita ini dimuat, sebanyak 14 warga Sukabumi menjadi korban.

Ketua Forum Koordinasi SAR Daerah (FKSD) Kabupaten Sukabumi Okih Pajri mengatakan mendapat laporan dari warga Kampung Simpenan, Desa Cidadap, Kecamatan Simpenan. Laporan disampaikan warga bernama Haerudin.

"Haerudin mengatakan anak dan menantunya, bersama enam pekerjanya ikut menjadi korban bencana di Palu," kata Okih di Sukabumi, Rabu, 3 Oktober 2018.

Mereka yaitu:
1. Ruhnadin, anak Haerudin
2. Siti Kamal, istri Ruhnadin
3. Sidin, warga Loji
4. Enyol, warga Loji
5. Diki, warga Loji
6. Aden, warga Loji
7. Herdi, warga Rancarenghas
8. Wahamid, warga Kampung Bantarhenca

Okih mengatakan mereka baru dua bulan di Palu, tepatnya di daerah Pantoloan sekitar pelabuhan. Mereka berdagang roti.

Saat bencana terjadi pada Jumat, 28 September 201, mereka berlarian ke daerah perbukitan untuk menyelamatkan diri. Kejadian itu mengakibatkan Siti Kamal terluka. Terlebih, Siti dalam kondisi hamil.

Sementara dua lainnya mengalami cedera patah tulang. Informasi mengenai mereka, lanjut Okih, terputus. Sebab keluarga sulit menghubungi mereka.

"Tapi, kami sudah berkoordinasi dengan Tim SAR yang berada di Palu dan
meminta bantuan agar mengevakuasi delapan warga Sukabumi itu. Tetapi
kendalanya delapan korban itu tidak ada identitasnya sebab tertinggal di
kontrakannya yang saat ini sudah rata dengan tanah akibat disapu tsunami,"
tambahnya.

Okih menyebutkan pihaknya pun sudah berkoordinasi dengan Pemkab
Sukabumi khususnya ke kecamatan agar informasi tersebut segera ditindak
lanjuti, karena kabar terakhir delapan warga Sukabumi ini kesulitan
mendapatkan bantuan karena lokasinya terisolir. Diharapkan delapan warga
ini bisa segera dievakuasi dan dipulangkan ke Sukabumi. 



(RRN)