10 Camat di Kota Bandung Belajar ke Korsel

Roni Kurniawan    •    Kamis, 05 Jul 2018 18:53 WIB
pemerintah daerah
10 Camat di Kota Bandung Belajar ke Korsel
Wali Kota Bandung Ridwan Kamil bersama 10 camat yang akan berangkat ke Seol, Korea Selatan.

Bandung: Sebanyak 10 orang camat di Kota Bandung akan diterbangkan ke Seoul, Korea Selatan pada akhir pekan ini. Kepergian para camat tersebut sebagai apresiasi dari Pemerintah Kota Bandung terhadap kinerja aparatur kewilayahan.

Menurut Wali Kota Bandung Ridwan Kamil, 10 camat tersebut lolos dalam penilaian terbaik dari 30 camat di Kota Bandung. Salah satunya yakni inovasi pelayanan terhadap masyarakat sehingga mendapatkan rapot warna hijau.

"Saya melepas camat yang Senin berangkat ke Seoul, mereka akan disekolahkan di lembaga pelayanan publik Korea Selatan yang kelas dunia sehingga mereka bisa belajar dari negara maju," kata Emil di Balai Kota Bandung, Jalan Wastukancana, Rabu 5 Juli 2018.

10 camat tersebut yakni Camat Cinambo, Dadang Iradi; Camat Batununggal, Enjang Mulyana; Camat Lengkong, Tubagus Agus Mulyadi; Camat Antapani , Raden Sarjani saleh; Camat Panyileukan, Hamdani; Camat Cidadap, Yasa Hanafiah; Camat Cibeunying Kaler, Maman Rohman; Camat Sukajadi, Yudy Hermawan; Camat Coblong, Dedi Priadi Nugraha; dan Camat Bojongloa kidul, Aniya Rachmawati.

Para camat tersebut akan berada di Korsel selama satu pekan untuk belajar berbagai pelayanan publik untuk dibawa ke Kota Bandung. Hal itu pun menjadi mandat bagi Emil kepada para camat agar tidak menghabiskan waktu hanya untuk bermain di Korsel.

"Saya harap sepulang dari sana mereka mempertahankan standar. Cara meningkatkan kualitas ini akan saya bawa juga ke Jawa Barat saat saya jadi gubernur," sambungnya.

Guna memberangkatkan 10 camat tersebut, Pemkot Bandung meronggoh dana sebesar Rp600 juta untuk berbagai keperluan termasuk transportasi dan akomodasi selama 7 hari. 

"Tentang inovasi pelayanan publik, belajar smart city terkait kewilayahan, kualitas desain dan pemeliharaan wilayah, kepemimpinan. Dan akhirnya mereka harus bikin paper juga, jadi ini bukan hanya asal kunjungan enggak jelas, memang belajar," pungkasnya.


(ALB)