Curah Hujan Tinggi, Lahan Pemakaman Ambles

Benny Bastiandi    •    Kamis, 06 Oct 2016 14:18 WIB
longsor
Curah Hujan Tinggi, Lahan Pemakaman Ambles
Warga dibantu aparat kepolisian dan TNI membantu membersihkan material tanah longsor yang menimpa rumah milik Anda Suhanda di Kampung Cijambegirang RT 18/9 Desa Sukaresmi Kecamatan Cisaat Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, 23 September 2016. Foto: MI/Benny B

Metrotvnews.com, Sukabumi: Sebagian lahan di tempat pemakaman umum Taman Bahagia Kelurahan Benteng, Kecamatan Warudoyong, Kota Sukabumi, Jawa Barat, ambles, Rabu 5 Oktober. Satu bangunan makam warga yang baru dikuburkan ikut tergerus.

Masih tingginya intensitas curah hujan mengakibatkan puluhan makam terancam longsor. Kondisi tanah yang miring membuat lahan pemakaman rawan terjadi tanah longsor susulan.

"Iya, ada satu makam yang tergerus. Jenazahnya ikut terbawa longsor. Tapi waktu itu langsung kami makamnya kembali," terang Enjang Sujana, 62, pengurus TPU Taman Bahagia, Kamis (6/10/2016).

Meskipun hanya satu makam yang tergerus tanah longsor, kata Enjang, tetapi akibat kejadian itu sekitar 20 makam lainnya terancam. "Letak 20 makam itu berdekatan dengan lokasi tanah longsor," tuturnya.

Belum ada penanganan untuk mengantisipasi longsor susulan. Pasalnya, biaya untuk membuat tembok penahan tanah (TPT) sangat besar. 

"Mudah-mudahan DPSPP (Dinas Pengelolaan Sampah Pertamanan dan Pemakaman) bisa segera mengalokasikan anggaran pembangunan TPT karena kami khawatir terjadi longsor susulan," jelasnya.

Kepala Pelaksana BPBD Kota Sukabumi, Asep Suhendrawan, mengaku terus meningkatkan pengawasan di setiap daerah menghadapi berbagai potensi kebencanaan bersamaan cuaca ekstrem. 

Di sejumlah titik memang terjadi bencana tanah longsor meskipun dalam skala kecil. Misalnya seperti di Kecamatan Gunungpuyuh, Cikole, Lembursitu, maupun Baros. 

"Kita terus lakukan upaya antisipasi saat cuaca ekstrem. Kami siagakan terus-menerus personel," jelas Asep.

BPBD mengimbau masyarakat agar selalu waspada dengan potensi kebencanaan, utamanya banjir genangan dan tanah longsor. BPBD juga mengarahkan masyarakat rutin membersihkan aliran sungai agar tak terjadi sedimentasi yang bisa menyebabkan banjir. 

"Sejauh ini bencana alam di Kota Sukabumi masih didominasi tanah longsor dan banjir genangan. Selama tahun ini lebih kurang terjadi 34 kali bencana," kata dia.



(UWA)