Masyarakat Diminta Dewasa Menggunakan Teknologi

Octavianus Dwi Sutrisno    •    Senin, 11 Dec 2017 15:49 WIB
media sosialhoax
Masyarakat Diminta Dewasa Menggunakan Teknologi
Wakil Ketua Umum Aspikom Hadi Suprapto Arifin (kiri) dan Ketua Aspikom Jawa Barat Sutrisno (kanan) -- medcom.id/Octavianus Dwi Sutrisno

Bandung: Rekonstruksi komunikasi di Indonesia pada era gigital merupakan hal yang sangat penting. Terutama untuk menghadapi arus komunikasi global melalui media sosial.

"Kita berusaha menjawab tantangan di zaman ini. Bahwa media digital menjadi persoalan. Di mana media sosial maupun online menjadi ketakutan bagi kelompok tertentu, sehingga muncul efek negatif," kata Ketua Asosiasi Pendidikan Ilmu Komunikasi (Aspikom) Jawa Barat Sutrisno saat pelantikan Asosiasi Pendidikan Tinggi Ilmu Komunikasi (Aspikom) Korwil Jawa Barat dan kuliah umum di Gedung Fakultas Ilmu Komunikasi (Fikom) Universitas Padjadjaran, Jatinangor, Sumedang, Jawa Barat, Senin, 11 Desember 2017.

Menurut Sutrisno, masyarakat perlu mencermati setiap informasi hoax yang berpotensi memicu permasalahan baru. "Masyarakat harus bisa lebih dewasa menggunakan teknologi dan berkomunikasi," lanjutnya.

Wakil Ketua Umum Aspikom Hadi Suprapto Arifin menambahkan, berbagai cara dilakukan guna mengatasi hoax di media sosial. Salah satunya dengan mencerdaskan masyarakat terkait literasi media.

"Maksudnya di sini, semua pengguna medsos sudah diperkenalkan dengan hukum, yaitu UU ITE. Sehingga, hendaknya para pengguna medsos lebih berhati-hati karena salah memencet saja akan berhadapan dengan hukum pidana," paparnya.

Hadi menjelaskan, pihaknya sudah berulangkali mengimbau masyarakat agar merespon pesan-pesan sensitif dengan cermat. "Cerna dulu, apakah informasi itu sungguh faktual atau hanya kabar burung," pungkasnya.


(NIN)