Emil Abaikan Penilaian 100 Hari Pertama

Bayu Anggoro    •    Jumat, 14 Dec 2018 09:21 WIB
ridwan kamilpemerintah daerah
Emil Abaikan Penilaian 100 Hari Pertama
Wali Kota Bandung Ridwan Kamil. Medcom.id/Roni Kurniawan

Bandung: Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil mengaku tidak menghiraukan penilaian kinerja 100 hari pertama terkait kepemimpinannya bersama Wakil Gubernur Uu Ruzhanul Ulum. Sebab, itu tidak bisa dijadikan ukuran untuk menilai kinerja pemerintahan.

"Saya enggak ngerti, budaya 100 hari bikinan siapa sih," kata Kang Emil, sapaan untuk Ridwan Kamil, saat menjawab wartawan terkait tepat 100 hari pertama kepemimpinannya pada 14 Desember (hari ini), Kamis, 13 Desember 2018. 

Emil menegaskan, kinerja suatu pemerintahan tidak bisa diukur dari 100 hari pertama. Pijakan awal yang dibangunnya saat ini tentu belum bisa memberi arti yang signifikan, khususnya untuk masyarakat. "Budaya kerja enggak diukur 100 hari," tegasnya.

Dia menyerahkan penilaian kepada masyarakat dan kembali memastikan pihaknya tidak akan menjadikan ini sebagai hal yang penting. "Saya kembalikan ke masyarakat. Apakah ekspektasi (warga) ini sesuai atau tidak," dalihnya.

Menurut Emil, dirinya bersama Uu dan unsur lainnya di Pemerintah Provinsi Jawa Barat berusaha bekerja semaksimal mungkin. "Nya ku gawe mah teu kaitung (dengan bekerja enggak terasa sudah 100 hari saja)," katanya.

Dia pun menyebutkan beberapa program yang sudah diluncurkannya untuk membawa perubahan di Jawa Barat. Misalnya, launching Maghrib Mengaji di Sukabumi, kemarin. Besok (hari ini) peningkatan lite-rasi dan street library di Kota Bogor.

Dia mengakui pada 100 hari pertama ini ada target program yang meleset, yakni pemasangan pemisah jalan (road barrier) untuk meminimalkan dampak kecelakaan di beberapa wilayah. Hal itu terjadi karena peralatan yang diimpor dari Korea Selatan tertahan di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta. "Enggak ngerti, teknis banget, enggak hafal," katanya. Sayang saat ditanya di mana lokasi yang akan dipasang alat tersebut, Emil tidak tahu.

Ketua DPRD Jawa Barat Ineu Purwadewi Sundari mengapresiasi gagasan dan program Emil-Uu di awal kepemimpinan ini. Namun, Ineu berharap program-program yang telah diluncurkan harus sudah matang dalam perencanaan. (Media Indonesia)


(ALB)