Ratusan Pohon di Bogor Rawan Tumbang

Rizky Dewantara    •    Selasa, 30 Oct 2018 18:00 WIB
pohom tumbang
Ratusan Pohon di Bogor Rawan Tumbang
Suasana Jalan di Bogor Nirwana Residen, Kelurahan Mulyaharja, Kecamatan Bogor Selatan, Kota Bogor, Jawa Barat, Selasa, 30 Oktober 2018. Medcom.id/ Rizky Dewantara.

Bogor: Masyarakat Kota Bogor, Jawa Barat diminta waspada terhadap pohon tumbang yang kerap terjadi saat pancaroba. Berdasarkan data Bidang Pertamanan Disperumkim Kota Bogor, ada ratusan pohon rawan tumbang yang tersebar di Kota Bogor.

Kepala Seksi Pemeliharaan Taman, Dinas Perumahan dan Pemukiman  (Disperumkim) Kota Bogor, Erwin Gunawan mengatakan, secara keseluruhan Kota Bogor memiliki sekitar 14 ribu pohon. Namun baru 338 pohon yang sudah diperiksa dan masuk dalam program kartu tanda pohon (KTP).

"Masih ada sekitar 13.662 pohon yang belum ber-KTP. Pohon yang masuk daftar prioritas untuk diperiksa yaitu pohon berdiri di tepian jalan protokol serta pohon berumur tua," kata Erwin saat dihubungi Medcom.id, Selasa, 30 Oktober 2018.

Erwin menjelaskan, dari hasil pemeriksaan ada tiga kategori berdasarkan risiko. Risiko rendah sebanyak 168 pohon, risiko sedang 64 pohon, dan risiko tinggi sebanyak 106 pohon.

Menurut Erwin, pihaknya sudah melakukan perawatan khusus terhadap pohon-pohon berisiko tinggi maupun sedang. Caranya dengan memangkas sejumlah batang pohon tersebut. Erwin menyebut, 40 pohon berisiko tinggi berada di tepi Jalan Ahmad Yani, Kecamatan Tanah Sareal, Kota Bogor.

"Sementara tertinggi kedua ada di tepian Jalan Semeru, Kecamatan Bogor Barat, Kota Bogor, dengan total 26 pohon. Kami rutin melakukan pemangkasan sekeliling pohon yang memang berisiko tumbang. Kategori risiko tinggi dan sedang harus di-pruning," ungkap Erwin.

Sebelumnya salah satu pohon besar di kawasan Jalan Merdeka, Ciwaringin, Bogor Tengah, Kota Bogor, Jawa Barat, Sabtu, 27 Oktober 2018, tepatnya di samping bekas Bioskop Presiden, tumbang dan menimpa seorang pedagang kelapa yang berada di bawahnya.

Pengawas Pemeliharaan Pohon, Disperumkim Kota Bogor, Suparman menyatakan, tumbangnya pohon tersebut dikarenakan sudah keropos.

"Ditambah pohon tersebut berada di tengah-tengah lapak sehingga dipastikan kurang perawatan. Soalnya pohon tersebut butuh air dan panas agar bisa hidup," ungkap Suparman di Kota Bogor.
(DEN)