Menpora Minta Pemda Sediakan Ruang Publik untuk Pemuda

Jaenal Mutakin, Roni Kurniawan    •    Selasa, 08 Nov 2016 15:06 WIB
kepemudaan
Menpora Minta Pemda Sediakan Ruang Publik untuk Pemuda
Sejumlah penari menampilkan tarian massal Jambore Pemuda Indonesia pada peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-88 di Lapangan Sanaman Mantikei, Palangkaraya, Kalimantan Tengah, Jumat (28/10/2016). Foto: MI/Arya Manggala

Metrotvnews.com, Bandung: Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Imam Nahrawi mendorong setiap pemerintah daerah meningkatkan pemberdayaan pemuda dalam program pembangunan. Imam meminta pemda menyediakan ruang agar para generasi muda bisa aktif dan terlibat dalam berbagai bidang.

"Kebijakan di semua sektor itu harus memberikan peluang yang besar bagi keterlibatan dan partisipasi pemuda di masing-masing kabupaten dan kota," kata Imam dalam acara Inisiasi Kota Layak Pemuda 2016 dan Youth Expo 2016, di Gedung Merdeka, Jalan Asia Afrika, Kota Bandung, Selasa (8/11).

Menurut Imam, dukungan pemerintah daerah kepada pemuda dapat diaplikasikan melalui peraturan daerah (perda) yang dibuat dengan memberikan kapasitas bagi para pemuda. Termasuk, alokasi APBD untuk berbagai kegiatan yang diinisiasi generasi bangsa.

"Kota layak pemuda sangat kita harapkan. Apalagi regulasinya sudah jelas," kata dia.

Imam mengatakan peran aktif pemuda tersebut harus dimanfaatkan karena pada 2020-2035 Indonesia diprediksi akan mendapatkan bonus demografi dengan jumlah usia produktif mencapai lebih dari 60 persen. Hal itu pun diharapkan menjadi kekuatan menggerakkan perekonomian nasional.

Perhatian lebih dari pemuda, lanjut Imam, diharapkan menjadi semangat untuk memerdekakan dan memberikan ruang yang luas bagi kehadiran pemuda.

"Para pemimpin yang punya fashion atau punya semangat yang besar, saya kira akan memberikan satu efek yang positif bagi lahirnya regulasi, anggaran, fasilitasi, infrastruktur, dan kemudahan-kemudahan lainnya," papar Imam.

Imam mencontohkan Kota Bandung yang telah mengeluarkan kebijakan-kebijakan dengan cara membuka luas peran pemuda di dalamnya. Terlebih, Pemkot Bandung mengalokasikan dana dan program khusus untuk kepemudaan. 

Seperti, pemberdayaan karang taruna atau pembangunan Inovation Center untuk ruang kreasi anak muda yang kini tengah dibangun di kawasan Jalan Sukabumi, kota Bandung.

Wakil Gubernur Jawa Barat Deddy Mizwar pun mendukung pemerintah menggulirkan inisiasi Kota Layak Pemuda. Sebab, anak-anak muda bakal menjadi pelaku utama pembangunan nasional.

Deddy menbatakan 24,5 persen atau 61,8 juta penduduk Indonesia berusia 16 hingga 30 tahun. Pada 2020, merekalah yang akan membangun Indonesia.

"Mereka akan menjadi kekuatan bangsa untuk menggerakkan perekonomian nasional," ujar Deddy dalam acara pembukaan Inisiasi Kota Layak Pemuda 2016 di Gedung Merdeka, Kota Bandung.

Lantaran itu, pemerintah perlu membangun ruang gerak, pemikiran, dan mental pemuda agar dapat menunaikan peran strategisnya untuk Indonesia. 

 


(UWA)