Warga Diingatkan Waspadai DBD saat Cuaca Ekstrem

Roni Kurniawan    •    Rabu, 23 Nov 2016 18:50 WIB
pencegahan dbd
Warga Diingatkan Waspadai DBD saat Cuaca Ekstrem
Nyamuk aedes aegypty penyebar virus DBD, Ant

Metrotvnews.com, Bandung: Cuaca ekstrem terjadi beberapa bulan terakhir di Bandung, Jawa Barat. Hujan deras dan banjir biasanya identik dengan penyakit demam berdarah.

Genangan dan tumpukan sampah menjadi sarang nyamuk penyebar virus dengue. Penyakit demam berdarah dengue (DBD) mengancam.

"Justru kalau hujannya berselang misalnya satu hari hujan satu hari panas yang menjadi bahaya. Karena pasti banyak genangan air yang menjadi tempat jentik-jentik nyamuk," kata Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Bandung Ahyani Raksanagara saat dihubungi Metrotvnews.com, Rabu (23/11/2016).

Masyarakat pun diminta untuk mewaspadai adanya jentik-jentik nyamuk tersebut. Sebab, DBD disebarkan atau ditularkan melalui gigitan nyamuk aedes aegypti betina yang telah terinfenai virua dengeu. 

"Yang terkena DBD itu baru bisa kelihatan beberapa hari kemudian. Jadi enggak langsung terlihat," tuturnya.

Adapun beberapa ciri-ciri seseorang telah terkena gejala penyakit DBD. Seperti demam tinggi lebih dari 38 derajat celcius berkepanjangan, merasakan sakit kepala berat, dan rasa nyeri di bagian belakang.

"Gejala lainnya yaitu mulai kerasa mual-mual, terus muntah-muntah, pembengkakan kelenjar, nyeri sandi dan otot," urainya.

Bahkan gejala terparah dari demam berdarah adalah pertama syndrom demam itu sendiri, dimana bisa menyebabkan pendarahan, kebocoran pembuluh darah (saluran yang mengalirkan darah), dan rendahnya tingkat trombosit darah (yang menyebabkan darah membeku). 

"Yang kedua adalah sindrom renjat dengue, yang menyebabkan tekanan darah rendah dan tentu berbahaya," lanjutnya.

Berikut cara Mencegah Demam Berdarah Dengue (DBD) :

1. Nyamuk aedes agypti dikenal melakukan aktivitas “menggigit” manusia pada siang hari dan tempat berkembang biak paling umum adalah wadah-wadah buatan manusia itu sendiri. Oleh karena itu, disarankan untuk tidak membiarkan berbagai wadah tergenang air diam (tidak mengalir). 

Bersihkan berbagai wadah yang memungkinkan tergenang air seperti pot-pot, ember, dll. Ganti air di dalam bak mandi secara berkala dan rutin. Jika air di dalam wadah memang harus tergenang dalam waktu lama, alangkah dianjur penutup yang rapat di bagian atasnya.

2. Balikkan wadah-wadah kosong yang mampu menampung air sehingga mencegah kemungkinan untuk menampung air tak terpakai.

3.  Gunakan obat nyamuk oles atau bakar, baik di siang hari maupun malam hari.

4. Pastikan jendela dan pintu tidak memiliki lubang kecil sehingga memberi jalan masuk bagi nyamuk. Pastikan pula ventilasi udara memiliki penyaring untuk mencegahnya masuk.

5. Jika perlu, upayakan ada jaring anti nyamuk (kelambu) di tempat tidur anda.

6. Tutup tempat sampah jika sedang tidak digunakan. Tempat seperti ini menjadi tempat sembunyi favorit untuk nyamuk dan bebrapa jenis serangga lainnya.

7. Jika menggunakan penyejuk udara (AC) di dalam ruangan, bersihkan dan buang air di dalam nampan air secara teratur.

"Pokoknya masyarakat harus ingat 3M yaitu menguras bak mandi, menutup tempat penampungan air dan mengubur barang bekas yang dapat menampung air," urainya.

Selain itu, jangan biasakan menggantung pakaian dalam rumah. Sebab gantungan pakaian dapat menjadi sarang nyamuk.
(RRN)