Narkoba yang Beredar di Jabar dan Jatim Dikendalikan dari Balik Lapas

Muhammad Khoirur Rosyid, Octavianus Dwi Sutrisno    •    Jumat, 17 Mar 2017 17:38 WIB
pemberantasan narkoba
Narkoba yang Beredar di Jabar dan Jatim Dikendalikan dari Balik Lapas
Ilustrasi sel, Ant

Metrotvnews.com, Bandung: Jeruji besi tak menghalangi bandar berinisial W mengendalikan peredaran narkoba jenis sabu-sabu. Dari dalam Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Nusakambangan Cilacap, Jawa Tengah, W diduga menjalin kerjasama dengan bandar jaringan Indonesia-Malaysia.

Itu disampaikan Kapolda Jabar Irjen Pol Anton Charliyan, Jumat 17 Maret 2017. Kapolda mengatakan W merupakan narapidana berkewarganegaraan Tiongkok. Ia divonis hukuman mati atas kasus peredaran narkotika.

Dugaan muncul setelah Polda Jabar meringkus kurir berinisial AF yang tengah membawa sabu seberat 8,5 Kg di wilayah Bogor pada Sabtu 4 Maret 2017. Polisi mengembangkan penyelidikan lalu menangkap tiga pelaku lain yaitu PRN, YK, dan VAP di Jakarta.

Mereka memgaku mendapat barang haram itu dari narapidana Lapas Bulak Kapal Bekasi, berinisial VIG. Hingga akhirnya penyelidikan mengarah ke narapidana Nusakambangan.

"Yaitu W dan U yang berkewarganegaraan Malaysia," kata Kapolda di Mapolda Jabar, Jalan Soekarno-Hatta, Kota Bandung.

Mereka mengedarkan sabu di sejumlah wilayah di Jabar. Misalnya Cianjur, Bandung, Bogor, dan Cirebon. Mereka melakukan tindakan tersebut dalam lima bulan terakhir.

Direktur Resnarkoba Polda Jabar Kombes Pol Asep Jaenal Ahmadi mengatakan jaringan tersebut mengedarkan 4 Kg ganja setiap bulan. Harga ganja yaitu Rp500 juta per Kg.

"Narkoba yang diedarkan ini, sebelum dipasok ke  berbagai wilayah transit dulu di Malaysia, lalu masuk ke Surabaya lalu disimpan di Jakarta selanjutnya diedarkan ke wilayah Jawa Barat," ujar Asep.


(BNNP Jatim merilis tersangka narkoba, MTVN - MK Rosyid)

Peredaran narkoba yang dikendalikan dari dalam lapas juga terjadi di Jawa Timur. Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Jatim mengendus penyimpanan sabu di sebuah gudang di Sidoarjo. Hasil pemeriksaan terhadap lima tersangka yang dibekuk mengaku mereka mendapat perintah dari narapidana Lapas Pamekasan.

Baca: Gudang Sabu Ditemukan di Sidoarjo

Kabid Pemberantasan BNNP Jawa Timur AKBP Wishnu Chandra mengatakan, informasi itu didapatkan setelah pemeriksaan terhadap lima tersangka STW, HAP, TI, AW, dan A. Pengakuan kelima tersangka, pengendali barang haram itu ada di lapas.

"Dalam waktu dekat akan kami bongkar pengendali dari dalam lapas itu," kata Whisnu di Surabaya.

Kepala BNNP Jawa Timur, Brigjen Pol Fatkhur Rahman, mengatakan narapidana yang mengendalikan sampai saat ini masih ada di dalam lapas. Narapidana itu sejak lama telah menjadi target operasi BNNP.

"Nanti akan akan kami periksa. Kita tunggu dulu, karena sudah lama kami incar. Dia yang mengendalikan peredaran narkoba di Jawa Timur dan Madura," tegasnya.

BNNP Jawa Timur membongkar gudang narkoba di Sukodono, Sidoarjo pada Selasa, 14 Maret 2017. Barang bukti yang diamankan sebanyak 583 gram. Lima tersangka diamankan dari pengungkapan ini.


(RRN)