Tekad Penyandang Disabilitas Ikut SBMPTN

   •    Selasa, 16 May 2017 11:37 WIB
ujian sbmptn
Tekad Penyandang Disabilitas Ikut SBMPTN
Penyandang disabilitas mengikuti SBMPTN 2014 di kampus Universitas Negeri Jakarta (UNJ), Jakarta Timur, Selasa (17/6/2014). Foto: MI/Immanuel Antonius

Metrotvnews.com, Jakarta: Sebanyak 16 penyandang disabilitas mengikuti Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN) di Kampus Institut Teknologi Bandung (ITB), Kota Bandung. Mereka mengerjakan soal ujian di ruangan khusus.

"Bagi penyandang disabilitas yang mengerjakan di ITB disiapkan ruang khusus. Kami beri ruang bersekat-sekat," kata Sekretaris Eksekutif I SBMPTN Panitia Lokal 34 Bandung, Asep Gana Suganda di Kampus ITB, Selasa 16 Mei 2017.

Asep menuturkan, untuk keseluruhan peserta penyandang disabilitas di Panlok 34 Bandung, seluruhnya berjumlah 18 orang. Dua orang penyandang disabilitas mengikuti tes di Universitas Siliwangi, Tasikmalaya, Jawa Barat.

"Dua orang itu penyandang disabilitas tunadaksa," katanya.

Ia merinci, dalam pelaksanaan SBMPTN 2017 Panlok 34 Bandung, para peserta penyandang disabilitas terdiri atas tunarungu atau tunawicara berjumlah enam orang, tunanetra berjumlah tujuh orang, tunadaksa lima orang.

Ditemui di tempat berbeda, salah seorang peserta penyandang tunadaksa, Adam Kharis Pratama, 17, yang menjalani tes Saintek di ruang Labtek VII ITB, tampak santai saat ditemui wartawan di sela istirahat tes pertama. Tidak terlihat ketegangan di raut mukanya.

Peserta asal SMAN 1 Padalarang ini mengalami kelumpuhan di kaki akibat terjatuh dan menimpa tulang ekornya saat berusia dua tahun. Oleh dokter, Adam divonis mengidap kelumpuhan pada kakinya sehingga terpaksa harus menggunakan kursi roda saat menjalani aktivitas.

Adam mengatakan, saat akan menjalani tes SBMPTN, ia diantarkan seorang sahabatnya ke ITB sejak pukul 04.00 WIB dengan menyewa mobil. "Dari rumah pukul 03.30 WIB datang ke sini pukul 04.00 WIB, salat di Masjid Salman. Keluarga saya tidak ikut ke sini, mereka percaya ke saya dan mempercayakan ke teman saya untuk mengantarkan ke sini," ujar Adam.

Adam mengaku, dirinya sudah mempersiapkan diri sejak jauh hari untuk menghadapi SBMPTN. Meski soal sulit, namun ia yakin mampu menjawab seluruh pertanyaan.

Ia bercita-cita menjadi astronot. Mimpinya tersebut berawal dari kebiasaannya memperhatikan  langit, sehingga dalam benaknya timbul rasa penasaran meneliti langsung isi langit. (Antara)


(TRK)