Pembangunan Kondotel Mengorbankan Masyarakat

Jaenal Mutakin    •    Jumat, 21 Oct 2016 08:42 WIB
pembangunan
Pembangunan Kondotel Mengorbankan Masyarakat
Prof. Asep Saeful Muhtadi. (foto: doc/komunikasi.uin.ac.id)

Metrotvnews.com, Bandung: Rencana pendirian Kondotel di kawasan Ledeng, Kota Bandung, dianggap mengorbankan masyarakat. Pemerintah dan DPRD Kota Bandung dinilai serampangan dengan mengubah rencana detail tata ruang (RDTR).

Pakar Pemerintahan dari Universitas Islam Negeri Sunan Gunung Djati Bandung, Asep Saeful Muhtadi, menilai, pembangunan kondotel mestinya berorientasi pada kepentingan masyarakat.

"Itu berada di KBU. Semua tahu itu kawasan hijau, fungsinya untuk tangkapan air, dan dilarang mendirikan bangunan," kata Asep saat dikonfirmasi, Kamis (20/10/2016).

Asep menuturkan, pemerintah dan dewan harus konsisten, peruntukan lahan untuk kawasan hijau tidak bisa sembarangan didirikan bangunan.

"Kecuali kalau memang ada kepentingan mendesak. Pada prinsipnya harus konsisten dan demi kepentingan masyarakat banyak," katanya.

Disinggung adanya unsur KKN jika RDTR Kota Bandung benar-benar diubah, Asep enggan berspekulasi. Menurutnya, hal itu bisa saja dilakukan terutama di tengah-tengah mahalnya ongkos politik.

"Tidak mengatakan iya, tapi tidak mengatakan tidak. Pemilu sekarang ini rentan KKN. Pemilu mahal, memungkinkan masuknya pemilik modal yang memberikan bantuan materi," bebernya.

Asep pun menyayangkan jika alih fungsi itu benar-benar terjadi. Hal itu, kata dia, tak sejalan dengan program kerja yang dijanjikan pada Pilwalkot Bandung 2008 yang akan terus menambah kawasan hijau di Kota Bandung.

"Kalau alih fungsi benar-benar terjadi, ini pelanggaran. Ini sudah mengkhianati janjinya sendiri," jelasnya.


(MEL)