Lurah Jadi Pasukan Terdepan Cegah Penggunaan Styrofoam

Roni Kurniawan    •    Selasa, 01 Nov 2016 14:56 WIB
sampah
Lurah Jadi Pasukan Terdepan Cegah Penggunaan Styrofoam
Ilustrasi. Foto: MI/Panca Syurkani

Metrotvnews.com, Bandung: Larangan penggunaan kemasan makanan dan minuman berbahan gabus (styrofoam) sudah mulai berlaku hari ini, Selasa 1 November 2016. Untuk mengawasinya, Wali Kota Bandung Ridwan Kamil (Emil) menggerakkan seluruh lurah.

Lurah, kata Emil, berwenang menegur, melaporkan, hingga merekomendasikan pencabutan izin tempat usaha jika tetap nekat menggunakan styrofoam. "Mudah-mudahan berhasil," kata Emil, di SMPN 1 Bandung, Jalan Kesatriaan.

Emil optimistis larangan pemakaian kemasan styrofoam bisa menekan tingkat pencemaran lingkungan di Kota Bandung. Beleid ini mendapatkan respon positif dari masyarakat hingga produsen. Salah satunya produsen mie instan mangkuk yang bersedia mengganti kemasannya.

"Kan sudah terbukti waktu kita menjual plastik keresek. Catatan BPLH, penggunaannya turun 25 persen. Nah, kita monitor saja dalam sebulan ke depan kira-kira pengaruhnya sepert apa," tuturnya.

Emil menyarankan setiap pelaku usaha mencari bahan lain sebagai kemasan atau wadah. Salah satunya menggunakan karton atau kertas nasi yang biasa digunakan di warung makan.

"Banyak solusinya kalau mau, ada karton, pincuk seperti di warung nasi. Kalau ada niat mah pasti ada jalannya," kata pria yang identik dengan kacamata dan peci ini.

 


(UWA)