Pasutri Pengeroyok Tentara Ditangkap Dalam Kondisi Sakit

Octavianus Dwi Sutrisno    •    Jumat, 14 Dec 2018 17:26 WIB
Perusakan Polsek Ciracas
Pasutri Pengeroyok Tentara Ditangkap Dalam Kondisi Sakit
Ilustrasi Medcom.id/ Mohammad Rizal.

Depok: Pasangan suami istri SR dan IH yang terlibat pengeroyokan anggota TNI di Arundina, Ciracas Jakarta Timur ditangkap polisi dalam keadaan sakit pada Rabu, 13 Desember 2018.

Pasangan tersebut ditangkap di sebuah kontrakan di Gang Laskar RT 15/06, Kelurahan Bojong Pondok Terong, Cipayung, Kota Depok, Jawa Barat.

"Mereka lagi sakit waktu dibawa polisi, adik saya itu masuk angin karena kepikiran masalah ini terus. Suaminya juga sama, lagi enggak enak badan, sebelum dibawa mereka habis dikerokin, tadinya mau diurut juga," kata perempuan yang mengaku sebagai kakak kandung SR, yang enggan disebutkan namanya, Jumat, 14 Desember 2018.

Baca: Lima Pengeroyok Tentara Diringkus

Menurut penuturan SR, kepada kakaknya setelah insiden pengeroyokan tersebut dirinya menjadi gelisah dan tak dapat tidur nyenyak. Ditambah insiden tersebut juga viral di media sosial.

SR dan IH datang ke kontrakan yang baru dihuni oleh orang tua dan kakaknya sejak lima bulan lalu, keduanya datang menggunakan angkutan umum pada Rabu malam, 12 Desember 2018.

"Sepertinya kurang tidur, jadi masuk angin. Baru sampai di kontrakan ini juga Rabu kemarin sama suaminya. Mereka tinggalnya di kontrakan daerah Jakarta Timur juga," ungkap perempuan tersebut.

Ketika petugas kepolisian datang, keduanya dalam keadaan tidur pulas. Dirinya sempat berbicara dan meyakinkan petugas bahwa SR dan IH tidak akan melawan bila memang harus dibawa ke Polda Metro Jaya.

"Saya sempet ngobrol dengan komandannya, dan menjelaskan kalau mereka sedang sakit dan sedang tertidur juga, dibangunkan saat polisi datang," ungkapnya.

Selanjutnya, kakak SR menjelaskan setelah menunjukkan surat keterangan perintah penangkapan, pasutri itu digiring petugas dengan tangan terborgol kabel tis ke mobil yang terparkir tak jauh dari gang kontrakan.

Dari keterangan kepolisian, nantinya penyidik juga kemungkinan akan melakukan pemanggilan terhadap kakak dan orang tua SR untuk dimintai keterangan. 

"Polisi minta identitas segala macam. Katanya saya sama orangtua mungkin bisa dipanggil ke Polda untuk kasih keterangan," pungkasnya.


(DEN)