Ridwan Kamil Semringah Didukung PKB

Roni Kurniawan    •    Selasa, 29 Aug 2017 18:45 WIB
pilgub jabar 2018
Ridwan Kamil Semringah Didukung PKB
Wali Kota Bandung Ridwan Kamil. (Foto: MI/Rommy Pujianto).

Metrotvnews.com, Bandung: Wali Kota Bandung Ridwan Kamil semringah usai mendapat kabar jika Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) memberi dukungan untuk maju ke Pilgub Jabar 2018. PKB akan mendeklarasikan dukungannya pada 9 September 2017 mendatang.

Wali kota yang akrab disapa Emil itu menuturkan, dukungan dari PKB semakin memuluskan langkahnya untuk maju menjadi calon gubernur Jabar. Pasalnya dengan dukungan tersebut, kini Emil telah mengantongi 12 kursi di legislatif dengan catatan 5 kursi dari Partai NasDem dan 7 kursi dari PKB.

"Alhamdulillah jika ada kecocokan, saya mengucapkan terima kasih atas dukungannya dari PKB," kata Emil di Jalan Sukarno, Kota Bandung, Selasa 29 Agustus 2017.

Emil mengatakan, dukungan tersebut buah dari komunikasi yang dilakukannya selama ini. Terlebih Emil begitu aktif menyambangi beberapa partai politik guna menggalang dukungan maju sebagai calon gubernur Jabar.

"Saya menyampaikan komunikasi terus dibangun, tidak pilih-pilih. Kalau ada kecocokan alhamdulillah, jika tidak ada kecocokan tidak usah dipaksakan. Dalam politik ya seperti itu," beber Emil.

Emil menjelaskan, salah satu kecocokan dengan PKB yakni program yang ia cetuskan untuk Pemerintah Kota Bandung yaitu Maghrib Mengaji. Program keagamaan itu ditawarkan Emil sebagai visi misi yang akan dilakukan untuk maju sebagai calon gubernur Jabar.

"Banyak kecocokan dalam visi misi ke-Islaman. Kalau Pemkot Bandung dibedah program ke-Islamannya PKB banget gitulah, ada program ngaji PKB kita juga ada magrib mengaji, kita membawa Islam yang rahmatan lil alamin. Religius tetapi juga nasionalis," beber dia.

Sementara itu, setelah mendapat dukungan dari PKB, kini Emil membutuhkan minimal 8 kursi sebagai syarat untuk maju menjadi calon yakni 20 kursi legislatif. Ia pun akan terus melakukan komunikasi dengan beberapa parpol lainnya agar syarat tersebut bisa terpenuhi.

"Berikutnya intentisifikasi untuk membentuk pemenuhan koalisi, karena kalau PKB itu 7 kursi tambah 5 kursi dari NasDem, baru 12 kursi. Masih butuh 8 kursi lagi," ujarnya.



(ALB)