Pihak Sekolah Bantah Kepala SMAN 27 Ditahan

Octavianus Dwi Sutrisno    •    Jumat, 28 Jul 2017 15:26 WIB
pendidikan
Pihak Sekolah Bantah Kepala SMAN 27 Ditahan
Bagian depan SMAN 27 Bandung, MTVN - Octavianus

Metrotvnews.com, Bandung: Pihak SMAN 27 Kota Bandung, Jawa Barat, membantah menerima siswa baru di luar aturan. Bantahan disampaikan setelah polisi melakukan operasi tangkap tangan (OTT) terhadap NK, kepala sekolah, terkait kasus dugaan pungutan liar.

Wakil Kepala SMAN 27 Kota Bandung, bidang kesiswaan, Sarip Rustandi, mengatakan pendaftaraan Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) sesuai peraturan. Yaitu melalui jalur akademis dan non-akademis.

Baca: Kepsek di Bandung Dibekuk atas Dugaan Pungli Bernilai Ratusan Juta Rupiah

Setelah itu, proses pendaftaran ditutup. Namun masih banyak warga yang ingin anak-anaknya bersekolah di SMAN 27.

"Kami sudah menolak, karena kan pendaftarannya sudah ditutup," ungkap Sarip ditemui di sekolah yang berlokasi di Cimincrang, Gedebage, Jumat 28 Juli 2017.

Sarip mengatakan beberapa warga mendatangi Kantor Kecamatan Gedebage. Mereka meminta bantuan pegawai kecamatan agar anak-anak mereka bisa masuk ke SMAN 27.

Kemudian, rapat pun digelar di SMAN 27 pada Sabtu 25 Juli 2017. Hasil rapat menyebutkan SMAN 27 menerima calon peserta didik yang tak lulus seleksi. Syaratnya, calon peserta didik belum mendaftar ke sekolah lain.

"Karena keterbatasan sarana dan prasarana yang ada di SMA ini, maka orang tua murid yang anaknya bisa diterima melalui jalur ini, bersedia untuk mengadakan bangunan ruang kelas baru untuk kebutuhan kelas, membantu sekolah dalam pembiayaan operasional sekolah dan mendukung program pembangunan sekolah," jelasnya.

Sarip menyebutkan 79 peserta didik masuk melalui jalur tambahan itu. Namun, tak semua siswa membayar. Sebab, beberapa siswa masuk ke SMAN 72 dengan memanfaatkan fasilitas Surat Keterangan Tak Mampu (SKTM).

"Untuk ruangan belajar mereka, digunakan ruangan guru yang dibagi menjadi dua kelas. Jadi total kita akhirnya punya 10 ruangan kelas, materi pembelajaran dan pendidikan juga kita berikan sama, tidak dibeda-bedakan," terangnya.

Menurut Sarip, pihak kecamatan yang mengurusi pengajuan jalur aspirasi itu. Namun ia mengaku tak tahu seperti apa proses pengajuan dan hasilnya.

Sementara itu, lanjut Sarip, Kepsek NK tengah melapor ke Inspektorat Provinsi terkait dugaan tersebut. Sarip menegaskan atasannya itu tak ditahan kepolisian.

"Pak Kepsek, dalam keadaan sehat wal afiat, tidak ada pemeriksaan apapun," tuturnya.

Kemarin, Tim Saber Pungli melakukan OTT terkait dugaan pungli di SMAN 72 Kota Bandung. Tim membawa NK ke Mapolda Jabar untuk pemeriksaan. 

Kabid Humas Polda Jawa Barat Kombes Yusri Yunus mengatakan NK terjaring operasi tangkap tangan (OTT) pada Kamis siang 27 Juli 2017. Kasus tersebut berkenaan dengan proses penerimaan siswa baru. 

NK diduga menerima 79 siswa baru di luar jalur reguler. Puluhan siswa itu dapat bersekolah tanpa harus melalui jalur akademik dan nonakademik.

Syaratnya, setiap siswa menyetor uang Rp12 juta. Menurut Yusri, NK menyebutkan uang itu sebagai biaya pembangunan kelas baru berikut peralatan meja tulis dan biaya operasional per tahun.


(RRN)