Kementerian ESDM Semprit Kabupaten Bogor

Rizky Dewantara    •    Rabu, 07 Feb 2018 19:07 WIB
longsorbencana longsor
Kementerian ESDM Semprit Kabupaten Bogor
Kepala Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral Rudy Suhendar. Foto: Medcom.id/Rizky Dewantara

Bogor: Kepala Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral Rudy Suhendar mengakui ada 22 titik rawan longsor di kawasan puncak, Bogor, Jawa Barat. Pemerintah Kabupaten Bogor disarankan memperketat izin pembangunan di wilayah itu.

Pemberian izin pembangunan di atas tebing akan membuat tanah lereng terbeban. Ini penyebab sejumlah titik rawan longsor. Pemkab Bogor dimint tak serampangan memberikan izin pembangunan di atas atau bawah tebing.

"Mengancam baik keselamatan warganya, ini terkait pengaruh ke bangunan," kata dia di lokasi longsor Riung Gunung Cisarua Bogor, Jawa Barat, Rabu, 7 Februari 2018.

Petugas Kementerian ESDM masih menyisir sepanjang jalur puncak. Setidaknya kurang lebih 22 titik rawan longsor walau tak separah Riung Gunung, Cisarua.


Petugas dan alat berat terus membersihkan material longsor di kawasan puncak Bogor, Jawa Barat. Foto: Medcom.id/Rizky Dewantara

Kebijakan menutup jalur puncak dianggap tepat karena tanah di titik-titik tersebut dikhawatirkan terban.

"Kami khawatir jika jalan tidak ditutup, adanya getaran dan lainnya, apalagi hujan hingga pertengahan Februari intensitasnya tinggi. Jika ada aktivitas di jalur ini, takut terjadi lagi longsor seperti di Riung Gunung Cisarua ini," ungkap dia.

Curah hujan juga menjadi salah satu pemicu terjadinya longsor. Curah hujan yang tinngi menyebabkan lereng terbebani dan rawan ambruk.

"Antisipasinya, kami memetakan daerah yang rawan dan disebarkan ke daerah untuk disosialisasikan ke masyarakat yang ada di daerah rawan," tandasnya.


(SUR)