Pemutilasi Wanita di Karawang Suaminya Sendiri

Octavianus Dwi Sutrisno    •    Rabu, 13 Dec 2017 17:42 WIB
penemuan mayatmutilasi mayat
Pemutilasi Wanita di Karawang Suaminya Sendiri
Pelaku pembunuhan disertai mutilasi dan pembakaran seorang wanita di Dusun Ciranggon, Desa Ciranggon, Kecamatan Majalaya, Karawang, Jawa Barat -- dok. Polda Jabar

Karawang: Pelaku pembunuhan disertai mutilasi dan pembakaran seorang wanita di Dusun Ciranggon, Desa Ciranggon, Kecamatan Majalaya, Karawang, Jawa Barat berhasil diringkus. Pengungkapan dilakukan jajaran Polres Karawang melalui beberapa tahapan.

"Pada 7 Desember 2017, polisi melakukan olah TKP (tempat kejadian perkara) dan menemukan jenazah dalam kondisi tidak memiliki kepala dan kedua kaki serta terbakar. Korban diketahui berusia 20-25 tahun," kata Kabid Humas Polda Jabar Kombes Yusri Yunus di Bandung, Jawa Barat, Rabu, 13 Desember 2017.

Pada 8 Desember 2017, lanjut Yusri, polisi menggambar sketsa tubuh dan daftar barang-barang yang melekat di tubuh korban. Polisi juga membuka saluran pengaduan bagi masyarakat yang merasa kehilangan keluarganya.

"Olah TKP ulang dilakukan bersama tim dari Inafis Polda Jabar dengan memperluas radius perimeter. Pada 10 Desember dilakukan razia preman dengan sasaran anak punk guna mengidentifikasi tato yang identik dengan korban atau memiliki karakter sama. Hasilnya, tidak ada yang identik," tuturnya.

Selanjutnya, pada 12 Desember 2017 seorang laki-laki mengaku kehilangan istrinya. "Pria berinisial MK diperiksa petugas. Namun, tidak ditemukan adanya kesesuaian antara keterangan MK dengan hasil identifikasi polisi. Penyidik lalu melakukan penelusuran dari keterangannya yang dianggap janggal. Akhirnya MK tidak bisa beralibi dan mengakui perbuatannya," terangnya.

(Baca: Mayat Tanpa Kepala dan Kaki Ditemukan di Karawang)

Kepada polisi, MK mengaku terlibat cekcok dengan istrinya. Emosi membuat MK nekat menghabisi nyawa sang istri.

"Tersangka memukul leher korban menggunakan sisi samping telapak tangan kanan sebanyak dua kali. Korban terjatuh, kepalanya terbentur lantai. Saat dicek, korban ternyata sudah tidak bernafas. Pelaku kemudian menyembunyikan mayat korban di ruangan tengah indekos mereka berdua," terang Yusri.

Panik, MK kemudian memutilasi mayat isrinya menggunakan golok. Mayat sang istri yang sudah dimutilasi dibakar bersama dengan buku nikah, akta kelahiran, dan surat-surat lainnya.

Hari ini, lanjut Yusri, polisi melakukan prarekonstruksi dan olah TKP di tiga lokasi, yaitu indekos korban dan pelaku, tempat pembuangan golok di Jembatan Sungai Citarum, serta lokasi pembuangan HP korban di Irigasi Johar.

"Dalam rekonstruksi tersebut tersangka menunjukkan kepala dan kedua kaki korban yang dibuang secara terpisah pada tiga tempat yang tidak berjauhan di wilayah Curug Cigentis, Loji, dan Pangkalan," pungkasnya.

Barang bukti yang diamankan dari tangan tersangka, yaitu botol minuman berisi bensin, karpet tempat MK memutilasi istrinya, sofa dan kasur yang terdapat bercak darah, helm yang digunakan pelaku ketika membuang mayat korban, baju dan jam tangan milik korban, lakban yang digunakan untuk menutup mulut korban, kain pel yang digunakan untuk membersihkan lantai setelah korban dimutilasi.


(NIN)