Dishub Bekasi Tarik Personil Penjaga GT Ganjil Genap

Antonio    •    Minggu, 25 Mar 2018 20:12 WIB
sistem ganjil genap
Dishub Bekasi Tarik Personil Penjaga GT Ganjil Genap
Petuga mengarahkan kendaraan yang melanggar sistem ganjil-genap di tiga gerbang tol di Bekasi, Jawa Barat. Foto: Medcom.id/Antonio

Bekasi: Personil Dinas Perhubungan Kota Bekasi tidak lagi ikut menyortir kendaraan di Gerbang Tol  (GT) Bekasi Barat 1, 2 dan Bekasi Timur. Penyortiran diserahkan total ke polisi menyusul berlakunya tilang bagi kendaraan yang melanggar sistem ganjil genap.

"Mulai besok sudah tidak lagi, karena sudah penindakan tilang dan yang menilang dari patroli jalan raya bukan kita. Kita tidak lagi melakukan penyortiran," kata Yayan di Bekasi, Minggu, 25 Maret 2018.

Personil Dishub Kota Bekasi dikerahkan menjaga sekitar GT Bekasi Barat dan GT lain. Termasuk di jalur arteri.

"Tetap disiagakan personil untuk mengurai kemacetan. Bukan untuk (menyortir) ganjil genap lagi," ujarnya.

(Baca: Pelanggar Ganjil-Genap di GT Bekasi bakal Ditilang)

Dalam pelaksanaan ganjil genap sejak 12  Maret 2018, Dishub Bekasi menerjunkan 10 personil di masing-masing GT. Mereka menyortir kendaraan yang melanggar bersama polis.

Sepanjang 12-23 Maret 2018, hampir 2.000 kendaraan pribadi dialihkan karena nomor polisi kendaraan tidak sesuai dengan tanggal.

Deputi GM Jasamarga cabang Jakarta Cikampek Cece Kosasih juga telah menyampaikan, tindak tilang untuk pelanggar ganjil genap dilakukan di dalam Tol Jakarta Cikampek mulai Senin 26 Maret 2018.

Angkutan pribadi dengan nomor polisi genap tidak diperkenankan masuk ke dalam Gerbang Tol Bekasi Barat 1, 2 dan Bekasi Timur 2 pada tanggal genap, dan sebaliknya, pada pukul 06.00-09.00 WIB.

Pelanggar akan dijerat Pasal 287 ayat 1 Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan dengan ancaman pidana kurungan paling lama 2 bulan atau denda paling banyak Rp500 ribu.

(Baca: Pelanggar Ganjil Genap GT Bekasi Didenda Rp500 Ribu)

 


(SUR)