Lipss Protes Rencana Penutupan Usaha setelah Tragedi Penembakan

Rizky Dewantara    •    Senin, 22 Jan 2018 15:23 WIB
penembakan
Lipss Protes Rencana Penutupan Usaha setelah Tragedi Penembakan
Suasana di sekitar Lipss Club beberapa jam setelah penembakan yang menewaskan kader Partai Gerindra di Bogor, Medcom.id - Rizky Dewantara

Bogor: Rencana penutupan Lipss Club dan Karaoke oleh Wali Kota Bogor Bima Arya ditolak dan dipertanyakan manajemen. Jika merujuk pada peristiwa penembakan yang dilakukan oknum Brimob menyebabkan kematian, manajemen menganggap rencana itu salah kaprah.

Penembakan menewaskan kader Partai Gerindra Fernando Wowor oleh oknum Brimob Kelapa Dua. Peristiwa itu terjadi di parkiran umum depan Ruko Tiara dan berjarak 50 meter dari parkiran Lipss Club, Jalan Sukasari 3, Bogor Timur, Jawa Barat.

"Saya keberatan jika penutupan Lipss Club tetap dilakukan. Itu keributan bukan dari dalam club. Tapi di area parkir umum. Jadi Pada Senin 22 Januari 2018 malam nanti, Lipss club akan buka seperti biasa," ujar pemilik Lipss Club Edi Susanto, saat ditemui di Lipss Club, Kota Bogor, Jawa Barat, Senin 22 Januari 2018.

Ditegaskan Edi, pihaknya selalu mengikuti peraturan pemerintah, kalau pihaknya mempunyai salah maka akan diperbaiki.

"Kalau tempat usaha ditutup, apa salahnya. Itu pertanyaan saya? Saya juga tidak mengenali pihak-pihak yang bertikai itu, bahkan bukan member Lipss," tegasnya.

Adanya kejadian penembakan oleh anggota Brimob Briptu AR menewawkan F yang merupakan kader Gerindra pada Sabtu 20 Januari, dini hari. Edi mengakui, dirinya tidak mengetahui.

"Hanya saja, karyawan saya melaporkan ada keributanbdi dekat Lipss Club tepatnya di depan Ruko Tiara yang merupakan parkiran umum," ungkapnya.

Menurut Edi, kejadian penembak jauh dari Lipss Club, yang ramai di media adalah kejadian di depan Lipss salah besar. "Saya mengklarifikasi hal itu, penembakan terjadi diparkiran umum bukan di Club Lipss pada Sabtu 20 Januari, dini hari.

Pertikaian yang menewaskan satu orang akibat diterjang timah panas. Menurut Edi, ihaknya tidak mengetahui dari mana dan mau ke mana. Tapi ramai di media yang menggunakan mobil mau ke Dunkin Donat. 

"Kami semua pihak Lipss baik dari karyawan maupun keamanan tidak mengetahui kejadian itu. Saat mendengar suara tembakan, pihak keamanan lari keluar. Barulah disitu diketahui adanya kejadian orang ditembak," beber dia.

Adanya intruksi Wali Kota Bogor, soal Izin Club Lipss tidak akan diperpanjang, Edi mengungkapkan masalah izin, pihaknya sudah berusaha melengkapi persyaratan yang ada. Kalau pun ada perubahan adminitrasi pihaknya belum mengetahui dan akan melengkapinya.

Edi menambahkan, pihaknya tidak pernah akan melanggar aturan, selalu mengikuti ketentuan yang diberikan Pemkot Bogor. Hingga kini usaha tempat hiburun miliknya tidak ada pihak yang memerintahkan untuk ditutup. 

Setelah penembakan, Wali Kota Bogor Bima Arya Sugiarto menegaskan tidak akan memperpanjang izin tempat hiburan malam yang bermasalah. Hal tersebut dikarenakan adanya kasus penembakan yang menyebabkan satu orang tewas dan satu kritis di area parkir Lipss Club & Karaoke, Kelurahan Sukasari, Kecamatan Bogor Timur, Kota Bogor.


(RRN)