Menteri Yohanna Temui Anak Korban Pembuatan Video Mesum di Bandung

Octavianus Dwi Sutrisno    •    Senin, 15 Jan 2018 18:40 WIB
kekerasan seksual anak
Menteri Yohanna Temui Anak Korban Pembuatan Video Mesum di Bandung
Menteri Perlindungan Perempuan dan Anak Yohanna Yembise di Mapolda Jabar, Senin, 15 Januari 2018, Medcom.id - Octavianus

Bandung: Masalah ekonomi menjadi alasan tiga anak terlibat dalam pembuatan video mesum di Kota Bandung, Jawa Barat. Sementara enam pelaku ditahan di Mapolda Jabar.

Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Anak Yohanna Yembise mendatangi Polda Jabar. Yohanna berdialog dengan pelaku dan anak-anak yang berperan dalam video tersebut.

"Mereka dalam keadaan baik, saya sudah bertemu dengan mereka dan bernyanyi bersama juga. Selain itu, saya juga berdialog dengan psikolog, sementara ini masih dilakukan pemulihan dan trauma healing," ungkap Yohanna di Mapolda Jabar, Jalan Soekarno-Hatta, Kota Bandung, Senin, 15 Januari 2018.

Baca: Dua Ibu Ditangkap karena Paksa Anaknya Syuting Adegan Porno

Yohanna menilai masalah ekonomi sebagai isu yang menjadi tanggung jawab bersama. Yohanna mengatakan ia bertugas melindungi anak-anak Indonesia, termasuk tiga bocah tersebut. Sedangkan perekonomian menjadi urusan Negara.

Menurut Yohanna, setelah melewati masa pemulihan, anak-anak akan dikembalikan ke keluarga. Yohanna mendapat informasi mereka tinggal di lingkungan kumuh.

"Soal itu, tugas pemerintah daerah yang dikoordinasikan dengan Dinas Sosial setempat," ujar Yohanna.

Yohanna meminta warga mewaspadai kasus serupa. Sebab, kasus itu bisa terjadi kapan pun dan dimanapun.

"Kita harus berhati - hati dengan jaringan internasional yang masuk, untuk merusak generasi kita dan ini kerjasama baik antara kami dengan kepolisian untuk melihat jaringan yang ada sehingga bisa diproses kalau memang terdeteksi," pungkasnya.

Sepekan lalu, Polda Jabar menangkap enam pelaku pembuatan video mesum di Kota Bandung. Pelaku menjadikan tiga bocah sebagai pemeran.

Video viral di media sosial. Setelah ditangkap, F mengaku menjual video itu sesuai pesanan seseorang berinisial N.


(RRN)