Polda Jabar Buka Layanan Pengaduan Jamaah PT SBL

Octavianus Dwi Sutrisno    •    Jumat, 02 Feb 2018 21:57 WIB
penipuanibadah umrah
Polda Jabar Buka Layanan Pengaduan Jamaah PT SBL
Ilustrasi: MTVN/Rakhmat Riyandi

Bandung: Banyak calon jemaah haji dan umrah yang telah mendaftar lewat Travel PT SBL mempertanyakan nasib mereka. Polda Jabar membuka posko pengaduan bagi calon jemaah umrah PT SBL.

Selain membuka posko pengaduan, Polda Jabar juga membuka layanan pengaduan bagi korban kasus penipuan travel PT SBL. "Segala keperluan dan keluhan bisa mendatangi Mapolda Jabar dan hotline telepon dengan nomor 082115671856," ungkap Kapolda Jabar Irjen Agung Budi Maryoto, Jumat, 2 Februari 2018.

Memang tidak sedikit calon jemaah yang tertipu janji manis PT SBL. Berulang kali keberangkatan mereka tertunda. Ida Rochani salah satunya,

(Baca: Polisi Cokok 2 Penipu Promo Umrah PT SBL)

Ida mengaku jadwal keberangkatan umrohnya sudah tertunda empat kali. Padahal, pembayaran untuk biaya umrah juga telah dilunasi.

"Saya daftar, pada bulan November 2017 lalu, dan pembayaran sudah lunas. Saya setorkan uang tunai Rp21 Juta," ungkap Ida, 2 Februari 2018.

Manajemen PT SBL menjanjikan keberangkatannya tanggal 15 Desember 2017, namun diundur melalui para koordinator calon jemaah. Dia dijanjikan berangkat 1 Januari 2018 sebelum jadwal terbangnya diundur lagi.

"Mundur lagi sampai dengan tanggal 4 Februari. Alasan diundurnya katanya visa belum selesai dan lain-lainnya," bebernya.

(Baca: Polisi Gandeng PPATK Telusuri Aliran Dana PT SBL)

Ida meminta pihak SBL, segera mengembalikan uang yang telah disetorkan untuk keperluan ibadah haji. Dia pun mengaku sudah melaporkan pemilik PT SBL ke polisi. AJW, sang pemilik PT SBL, telah ditetapkan sebagai tersangka karena dugaan penipuan.

Senada diungkapkan calon jemaah asal Tanggerang, ‎Riawansah, yang dijadwalkan berangkat pada 28 Januari 2018 bersama belasan jemaah lain. "Uang sudah disetorkan, namun belum juga ada kabar akan berangkat," kata dia.

AJW, pemilik PT SBL, telah ditetapkan sebagai tersangka karena dugaan penipuan.

 


(SUR)