Trauma Penyintas Puting Beliung Cirebon

Ahmad Rofahan    •    Senin, 31 Dec 2018 16:00 WIB
puting beliung
Trauma Penyintas Puting Beliung Cirebon
Dayanti, ibu Herdi yang jadi korban, dan bayinya yang selamat dari angin puting beliung di Cirebon, Jawa Barat. Medcom.id/Ahmad Rofahan

Cirebon: Dayanti, 26, mengaku masih trauma dengan peristiwa angin puting beliung yang menghancurkan rumahnya Sabtu sore, 29 Desember 2018. Tak sekadar kehilangan tempat tinggal, ia juga harus kehilangan putra sulungnya yang baru berusia 4 tahun.

"Suasananya mencekam sekali, saya masih trauma," ujar Dayanti dengan mata masih sembab, Senin, 31 Desember 2018.

Karena trauma itu, hingga saat ini ia belum berani melihat secara langsung rumahnya yang luluh lantak akibat terjangan angin. Ia memilih untuk tinggal di rumah saudaranya sambil menjaga bayi kecilnya yang masih belum diberi nama.

"Saya belum berani lihat rumah," kata Dayanti.

Dayanti menyebut rumahnya sudah tidak bisa digunakan lagi karena rata dengan tanah. Di rumah itu pula ia menjadi saksi mata langsung saat putra sulungnya menjadi korban jiwa.

Herdi yang saat itu dipegang ayahnya terlepas karena sang ayah tertimpa batu bata. "Keluarga yang ada di rumah, semuanya kena bangunan. Tapi Herdi yang paling parah tertimbun bangunan," kata Dayanti.

Baca: Kronologi Balita Herdi Jadi Korban Puting Beliung

Koordinator Lapangan Badan Penanggulanan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Cirebon Faozan membenarkan Herdi dan keluarganya menjadi korban. Adiknya yang berumur lima hari juga sempat dibawa ke RSUD Arjawinangun akibat peristiwa tersebut.

"Bayi sempat dibawa ke RSUD Arjawinangun, tapi sudah pulang," ujarnya.

Menurut data BPBD, puting beling memakan satu korban jiwa  dan menyebabkan 26 terluka dan tiga lainnya depresi. Tercatat sebanyak 165 bangunan mengalami kerusakan yang cukup parah.

"Di antaranya ada yang ambruk dan rata dengan tanah," kata Faozan.

Baca: Bocah 4 Tahun Tewas Akibat Puting Beliung di Cirebon
 


(SUR)