PON Jabar Jadi Momentum Perbaikan Prestasi Tinju

charles meikiansyah    •    Senin, 19 Sep 2016 20:53 WIB
pon 2016
PON Jabar Jadi Momentum Perbaikan Prestasi Tinju
Logo PON Jabar

Metrotvnews.com, Bandung: Pekan Olahraga Nasional (PON) XIX Jawa Barat menjadi ajang seleksi para petinju berbakat Indonesia untuk masuk dalam training center (TC) jangka panjang untuk menghadapi SEA Games 2017, Asian Games 2018, dan Olimpiade Tokyo, Jepang 2020. Hal ini dikatakan Wakil Ketua Umum II PP Pertina Sam Haning, Senin 19 September 2016.

Dikatakan, PP Pertina sengaja melakukan seleksi sejak dini untuk memiliki cukup waktu dalam menghadapi even internasional tersebut. Langkah ini dianggap penting dalam rangka mengembalikan kejayaan tinju Indonesia arena internasional.

Sam yang juga merupakan ketua tim seleksi atlet tinju SEA Games 2017 dan Asian Games 2018 ini mengatakan, Indonesia pernah berjaya di arena tinju internasional beberapa tahun silam. Namun, dalam belakangan ini, atlet tinju Indonesia jarang mendapat tempat di arena tinju internasional. Buktinya, pada Olimpiade Brasil tahun ini saja tidak ada atlet tinju Indonesia yang lolos.

"Ini merupakan pelecut semangat PP Pertina untuk mempersiapkan atlet dengan lebih baik lagi untuk bisa kembali membawa nama Indonesia di arena internasional. Karena, sebenarnya, atlet-atlet tinju di Tanah Air banyak dan memiliki potensi untuk berprestasi di ajang internasional," paparnya.

Ketua Umum Pertina NTT ini menambahkan, dengan waktu persiapan yang cukup, diharapkan atlet tinju nanti bisa banyak berbicara di tingkat internasional.

Dikatakan, dalam seleksi ini, tim akan memantau seluruh atlet tinju yang bertarung di arena PON kali ini. Dari seluruh atlet yang bertanding nanti, tim seleksi akan mengambil sekitar 30 atlet untuk masuk dalam TC jangka panjang PP Pertina.

Mereka akan dibagi dalam tiga tim agar mereka lebih fokus berlatih dan beruji coba untuk mendapatkan hasil yang maksimal. Untuk itu, salah satu targetnya adalah atlet-atlet tinju yang berusia di bawah 30 tahun. 

"Tentu saja faktor teknis bertinju, kebugaran fisik, kesehatan, dan bakat juga menjadi pertimbangan," tandasnya.

Dengan memilih atlet-atlet muda, tuturnya, diharapkan pada even SEA Games 2017, Asian Games 2018, dan Olimpiade 2020 nanti mereka sudah matang dan siap untuk merebut medali di even tersebut.

"Semua ini dilakukan PP Pertina untuk mengembalikan kejayaan tinju Tanah Air di kancah internasional sekaligus mengharumkan nama Indonesia sebagai salah satu pemilik bibit tinju yang banyak di Indonesia," ujarnya.


(UWA)