Ulama Diminta Keluarkan Fatwa Halal Vaksin

Jaenal Mutakin    •    Selasa, 12 Dec 2017 16:02 WIB
klb difteri
Ulama Diminta Keluarkan Fatwa Halal Vaksin
Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan. Foto: MI/M Irfan

Bandung: Jawa Barat menjadi salah satu provinsi yang berstatus kejadian luar biasa (KLB) wabah difteri. Kebanyakan korban yang terkena difteri akibat tidak diimunisasi.

Beragam alasan orang tua tak mengimunisasi anaknya. Mulai karena takut anak terkena demam, hingga curiga vaksin difteri tidak halal. Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan angkat bicara.

(Baca: 66 Persen Kasus KLB Difteri Tidak Diimunisasi)

Aher, sapaan Ahmad, memastikan bahan dan proses pembuatan vaksin difteri sudah teruji dan halal. Vaksin difteri pun buatan perusahaan kimia asal Indonesia. Untuk menghapus keraguan warga, ulama diminta keluarkan fatwa.

"Kita meminta fatwa ulama agar tidak ada keraguan terkait vaksin, karena wabah difteri korbannya bukan hanya di Jabar, melainkan di beberapa provinsi di Indonesia," kata Aher, di Gedung Pakuan, Bandung, Selasa, 12 Desember 2017.

Data Kementrian Kesehatan menunjukkan sampai November 2017 ada 95 kabupaten dari 20 provinsi yang terdampak difteri dengan total 400 kasus.

(Baca: Berani Tega Demi Terhindar Difteri)

DKI Jakarta ada 22 kasus difteri dilaporkan. Jawa Barat terdapat 123 kasus dengan 13 kematian yang tersebar di 18 kabupaten/kota. Kasus terbanyak ada di Purwakarta dengan 27 kasus disusul Karawang dengan 14 kasus.

Sementara di Banten terdapat 63 kasus dengan 9 kematian. Sampai sekarang ada 3 orang dirawat di RSUD Kabupaten Tangerang, 2 pasien dari Kota Tangerang dan 1 orang dari Depok.
 


(SUR)