Presiden: tak Ada Kata Bisa Menggambarkan Duka untuk Intan

Githa Farahdina    •    Selasa, 15 Nov 2016 15:26 WIB
ledakan
Presiden: tak Ada Kata Bisa Menggambarkan Duka untuk Intan
Presiden Joko Widodo mengikuti Apel Danrem Dandim di Secapa TNI AD, Hegarmana, Setiabudi, Bandung, Jawa Barat -- MTVN/Githa Farahdina

Metrotvnews.com, Bandung: Presiden Joko Widodo menyampaikan duka mendalam atas kepergian Intan Marbun. Balita dua tahun itu meninggal setelah menjalani perawatan intensif akibat terkena bom molotov di Gereja Oikimene, Samarinda.

"Tidak ada kata yang dapat menggambarkan betapa dalam rasa duka cita saya atas meninggalnya Intan," ujar Jokowi usai mengikuti Apel Danrem Dandim di Secapa TNI AD, Hegarmana, Setiabudi, Bandung, Jawa Barat, Selasa (15/11/2016).

Terorisme, tegas bekas Gubernur DKI ini, menjadi tantangan semua negara. Aksi semacam ini harus segera diatasi.

"Itu sudah di luar batas kemanusiaan, karena ini balita-balita kita," tegas dia.

(Baca: Bocah Korban Bom di Samarinda Meninggal)

Sebuah bom meledak di depan Gereja Oikumene, Samarinda, pada 13 November. Pelaku melemparkan bom ke area depan gereja sekira pukul 11.30 WITA, saat jemaah keluar.

Peristiwa itu mengakibatkan empat anak terluka. Ledakan juga mengakibatkan empat sepeda motor rusak.

Satu korban ledakan meninggal dunia. Intan Marbun menghembuskan nafas terakhirnya di Rumah Sakit Umum Abdul Wahab Syahrani pukul 04.00 WITA.

(Baca: Dalam Semalam, Rp90 juta Terkumpul untuk Korban Bom Samarinda)

Intan sebelumnya dirawat di Rumah Sakit Abdul Muis Samarinda Sebrang. Namun, kondisi korban yang mengalami luka bakar 70 persen semakin parah. Keluarga akhirnya merujuk Intan ke RS Abdul Wahab Syahrani.

Polisi sudah membekuk pelaku peledakan bom. Dari pemeriksaan, pelaku ternyata berasal dari Bogor, Jawa Barat.


(NIN)