Konflik Agraria Petani Telukjambe

Senator Sulawesi Utara Siap 'Mengubur' Diri jika Pemerintah Ingkar Janji

Anindya Legia Putri    •    Kamis, 18 May 2017 11:29 WIB
berita dpd
Senator Sulawesi Utara Siap 'Mengubur' Diri jika Pemerintah Ingkar Janji
Wakil Ketua Komite I DPD RI Benny Ramdhani (Foto:Metrotvnews.com/Anindya Legia Putri)

Metrotvnews.com, Jakarta: Presiden RI Joko Widodo memberikan tiga solusi atas konflik agraria yang terjadi antara petani Telukjambe, Karawang, dengan PT Pertiwi Lestari. Melakui Menteri Agraria dan Tata Ruang serta Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Presiden menjanjikan 18 hektare lahan dijadikan tempat tinggal dan 500 hektare untuk bercocok tanam.

Komite I DPD RI melalui Tim Mediasi yang dipimpin oleh senator asal Sulawesi Utara Benny Ramdhani, menyambut baik solusi pemerintah. Komite I bertekad akan mengawal janji tersebut hingga terlaksana.

Jika pemerintah tak berhasil menepati janji dalam dua bulan kedepan, Benny menyatakan, siap berjuang bersama rakyat dan 'dikubur' bersama petani Telukjambe.

Sejak 25 April 2017, sekitar 20 petani Telukjambe melakukan aksi kubur diri di depan Istana dan halaman Monumen Nasional (Monas). Aksi itu dilakukan sebagai bentuk protes atas lambannya penyelesaian sengketa agraria antara petani Telukjambe dengan PT Pertiwi Lestari. Para petani mengubur diri menggunakan kotak berbahan papan yang diisi dengan tanah.

"Nazar (janji) saya, jika Pemda dalam dua minggu ke depan tidak mengeluarkan izin atau SK dari bupati, dan kementrian tidak menetapi janjinya untuk memberikan lahan tinggal dan bercocok tanam dalam dua hingga tiga bulan kedepan, maka saya menyatakan siap memimpin langsung aksi masyarakat Karawang untuk berjalan kaki dari Karawang ke Jakarta. Agar hal ini menjadi isu nasional, dan menjadi perhatian internasional," ucap Benny, saat ditemui di Telukjambe, Karawang, Jawa Barat, Rabu, 17 Mei 2017.

Janji Benny rupanya tak sekadar janji belaka. Ia dan petani Telukjambe telah menyiapkan 300 peti.

"Saya akan menyumbangkan 100 peti, yang salah satunya akan digunakan untuk 'mengubur' saya. Saya siap 'dikubur' untuk membuktikan bahwa ini masalah serius, untuk memberikan warning kepada negara," kata Benny.

"Negara harus berada di tengah-tengah rakyat. Jangan berada di kaki pengusaha. Justru pengusaha yang harus tunduk kepada pemerintah," ucap Benny, tegas.


(ROS)