Pilgub Jabar 2018

Cagub Hasan Minta Waktu Lebih Banyak saat Debat

Roni Kurniawan    •    Rabu, 20 Jun 2018 17:40 WIB
pilgub jabar 2018
Cagub Hasan Minta Waktu Lebih Banyak saat Debat
Calon Gubernur Jawa Barat nomor urut 2 Tubagus Hasanuddin, Medcom.id - Roni

Bandung: Calon Gubernur nomor urut 1 Jawa Barat Tubagus Hasanuddin (Kang Hasan) siap mengikuti Debat Publik III pada Jumat, 22 Juni 2018. Namun Hasan meminta KPU memberikan waktu lebih pada setiap pasangan calon untuk memaparkan visi dan misi.

Debat berlangsung di Grand Ballroom Sudirman, Kota Bandung. Empat pasang calon wajib menghadiri debat.

Menurut Hasan setiap tema yang disuguhkan merupakan masalah-masalah yang sudah biasa dihadapinya selama masa pengabdian, baik di bidang militer, politik maupun legislatif. Namun hal itu diakui Hasan tidak akan tersampaikan kepada masyarakat jika waktu sangat dibatasi.

"Tidak ada persiapan secara khusus. Kerjakan seperti biasanya saja lah, begitu. KPU mestinya memberikan penambahan waktu agar pemaparan visi, misi dan program masing-masing pasangan calon bisa lengkap dan publik pun dapat memahaminya secara utuh," ujat Hasan di kantor DPD PDI Perjuangan Jawa Barat, Jalan Pelajar Pejuang 45, Kota Bandung,  Rabu 20 Juni 2018.

Hasan mengaku, berdasarkan debat publik pertama dan kedua, pihaknya kerap sulit memaparkan seluruh visi misi yang berkaitan dengan tema debat karena waktu yang singkat. Hal itu, lanjutnya, harus menjadi bahan evaluasi KPU selaku penyelenggara proses debat publik.

"Kalau hanya satu menit, baru prolog saja sudah habis," sambungnya.

Hasan menilai debat publik bagian dari cara penyelenggara mengenalkan kandidat kepada masyarakat pemilih. Melalui debat publik, internalisasi pendidikan politik (politic education) pun tersampaikan. Oleh karenanya, ia berharap KPU bisa mempertimbangkan adanya penambahan waktu.

Terlebih, kata Hasan, pada gelaran debat publik putaran ketiga, tema yang diangkat berkaitan tentang kebijakan dan hak-hak publik yang harus dijamin pemerintahan daerah, menyangkut didalamnya persoalan perempuan, disabilitas, anak, kepemudaan, sosial budaya dan ideologi.

"Paling tidak ada penambahan waktu antara 5-10 menit. Karena bagaimana disuruh menjelaskan untuk keperluan masyarakat Jawa Barat yang sangat principil dan strategis dalam waktu satu menit. Paling tidak," pungkasnya.



(RRN)