Manajemen Pecat Satpam karena Prostitusi di Apartemen

Octavianus Dwi Sutrisno    •    Senin, 27 Aug 2018 20:31 WIB
prostitusi online
Manajemen Pecat Satpam karena Prostitusi di Apartemen
Para tersangka dalam kasus prostitusi online yang dibongkar polisi di Kota Depok, Jawa Barat, Kamis, 23 Agustus 2018. Medcom.id/ Octavianus Dwi Sutrisno.

Depok: Polresta Depok, Jawa Barat, terus mengembangkan kasus prostitusi online di sebuah apartemen mewah di Jalan Margonda, Depok.

Kepala Satuan Reserse Kriminal Kepolisian Resort Kota Depok Komisaris Polisi Bintoro menyebut pihak pengelola apartemen Margonda Residence dua telah memenuhi pemanggilan pihaknya.

"Ya perwakilan pengelola apartemen (inisial AW), sudah datang dan telah menjalani pemeriksaan di Ruang PPA dari siang tadi sampai sore ini," ucap Bintoro saat didatangi di ruang kerjanya Mapolresta Jalan Margonda Kota Depok, Senin, 27 Agustus 2018.

Pengelola apartemen memutus kontrak kerja seluruh personel pengamanan usai pengungkapan dua kasus prostitusi beberapa waktu lalu. Manajemen apartemen memilih mengganti penyedia jasa pengamanan.

Baca: Manajemen Apartemen Minta Prostitusi Daring Diberantas

Pengelola apartemen mengaku tidak mengetahui secara detail perihal kamar yang digunakan sebagai tempat bisnis birahi tersebut saat dimintai keterangan. Kamar itu disebut telah pindah tangan kepada pemilik yang membeli unit apartemen.

"Jadi tanggung jawab penuh atas kamar, langsung kepada pemilik. Pihak pengelola hanya berwenang mengurus perawatan seperti air, listrik, dan masalah sampah," paparnya.

Pengelola apartemen juga telah memberikan teguran usai terbongkarnya kasus prostitusi online.

"Pemilik kamar, juga sudah diberikan teguran tertulis lewat e-mail maupun secara lisan kepada pemilik kamar itu," tandasnya.

Kemungkinan besar pemilik kamar yang digunakan sebagai tempat prostitusi akan dipanggil.

Baca: Polisi Kembali Ungkap Prostitusi Online di Depok


(SUR)