Fahri Hamzah Nilai Fasilitas Lapas Sukamiskin sesuai HAM

P Aditya Prakasa    •    Sabtu, 28 Jul 2018 18:15 WIB
sidak lapaslembaga pemasyarakatan
Fahri Hamzah Nilai Fasilitas Lapas Sukamiskin sesuai HAM
Wakil Ketua DPR RI Fahri Hamzah. Medcom.id/P Aditya Prakasa

Bandung: Wakil Ketua DPR RI, Fahri Hamzah menyatakan Lembaga Pemasyatakatan (Lapas) Sukamiskin Bandung merupakan yang terbaik di seluruh Indonesia. Dia menganggap wajar perubahan fasilitas yang terjadi di dalam lapas.

Fahri mengatakan, usia Lapas Sukamiskin saat ini telah mencapai 100 tahun sejak penjajahan Belanda. Pada zaman itu, fasilitas yang disediakan Belanda di untuk para narapidana sesuai dengan standar seharusnya.

"Karena itu kalau orang mengganti dari kloset jongkok ke kloset duduk, kalau zaman belanda 100 tahun yang lalu orang sudah pakai kloset jongkok, masa hari ini kita gak boleh pakai kloset duduk? sudah bocor, rusak, hancur, dan jelas harganya lebih murah dari yang dibangun," kata Fahri usai mengunjungi Lapas Sukamiskin bersama rombongan Komisi III DPR RI, Sabtu. 28 Juli 2018.

Lapas Sukamiskin seharusnya menjadi contoh. Pola pembinaan terhadap narapidana sudah dianggap paling baik yang ada di seluruh Indonesia.

"Karena kalau dibandingkan dengan Lapas yang lain, ada orang tidurnya berdiri, ada yang tidur di selokan. Ada orang dari sisi kemanusiaan buruk sekali," ujar dia.

Dia menyebut, Menkumham Yasonna Laoly ingin memperbaiki lapas di Indonesia yang dianggap 'neraka'. Filsafat manusia modern setelah demokrasi seharusnya mengakomodasi hak asasi manusia.

Selain itu, lanjut Fahri, didirikannya puluhan saung-saung di dalam Lapas sangat bermanfaat bagi narapidana ketika menerima kunjungan keluarga. Berasal dari uang narapidana, namun saung itu digunakan untuk kajian, pengajian, serta diskusi antar narapidana lainnya.

Setelah saung tersebut dibongkar, dia menilai KPK telah mengintervensi dan merampas hak asasi seseorang untuk bersosialisasi dengan tahanan lain.

Disinggung fasilitas mewah seperti AC, Kulkas, atau TV, menurut Fahri, barang-barang yang ada di sel tahanan bukan sengaja diselundupkan. Barang-barang itu memiliki manfaat tertentu bagi penghuninya.

"Kulkas itu karena ada orang yang punya obat. Kalau dia engak minum obat dia mati. Memang sih, di luar sana (berpikir) kalau bisa koruptor tuh mati saja, enggak usah minum obat," ujar Fahri.


 


(SUR)