Presiden Terus Tagih Menteri BPN Penuhi Target Sertifikasi Tanah

Antara, Jaenal Mutakin    •    Senin, 11 Sep 2017 18:53 WIB
sertifikat tanah gratis
Presiden Terus Tagih Menteri BPN Penuhi Target Sertifikasi Tanah
Presiden Joko Widodo (tengah) didampingi Menkopolhukam Wiranto (kiri), dan Mensesneg Pratikno memberi keterangan pers di Istana Merdeka, Jakarta. Foto: Antara/Rosa Panggabean.

Metrotvnews.com, Bandung: Presiden Joko Widodo meminta kepada Menteri Agraria dan Tata Ruang (ATR)/Kepala Badan Pertanahan Nasional (BPN) Sofyan Djalil agar memenuhi target sertifikasi tanah. Pada tahun ini saja, pemerintah mematok taget penyertifikatan lima juta bidang tanah.

"Sengketa tanah selalu menjadi permasalahan yang kerap ditemui setiap saya berkunjung ke daerah. Saya akan kejar terus pak Menteri BPN, termasuk di kanwil agar rakyat segera mendapat sertifikat," kata Jokowi, di Lapangan Brigif, Cimahi, Jawa Barat, Senin 11 September.

Menurut dia, sertifikat adalah hak hukum atas tanah yang dimiliki warga. Hal ini penting agar pihak lain tak bisa mengklaim tanah milik orang lain. 

Jokowi mengimbau kepada masyarakat untuk menggunakan sertifikat yang sudah diberikan sebaik mungkin. Dia meminta sertifikat itu tidak digadaikan, kecuali bila benar-benar mendesak. 

"Simpan di tempat aman. Di Jabar banyak sertifikat yang di jadikan jaminan. Nilainya sudah mencapai Rp180 triliun. Jadi kalau mau digadai hati-hati dan dihitung-hitung dulu," ujar dia. 

Dalam kunjungannya ke Jawa Barat, Presiden Jokowi menyaksikan penyerahan 5.492 sertifikat tanah. Menteri Sofyan mengaku baru 32 persen yang sudah bersertifikat di Jawa Barat. Tahun ini, dia berupaya 100 persen lahan sudah bersertifikat.

Presiden juga membagikan Kartu Indonesia Pintar (KIP) di Cimahi. Dia bercerita bila dirinya berasal dari keluarga kurang mampu, tetapi orang tuanya selalu berusaha agar anaknya bisa sekolah yang tinggi.

"Saya dulu anaknya orang ngak punya. Tapi orang tua saya entah cari duit dari mana selalu sekolah di mana pun, disekolahkan," kata Presiden saat membagikan KIP di Lapangan Rajawali, Kota Cimahi. 

Presiden berharap keadaan ekonomi tidak menyurutkan orang tua untuk menyekolahkan anak ke jenjang yang lebih tinggi. "Jadi bukan tidak mungkin, dari putra-putri bapak ibu semuanya ada yang bisa jadi presiden, ada yang bisa jadi menteri, ada yang bisa jadi gubernur, bupati, wali kota, kenapa tidak," kata Jokowi.

Dia ingin, para penerima 1.191 Kartu Indonesia Pintar dan 800 penerima Program Keluarga Harapan bisa bersyukur ada program bantuan pemerintah untuk menunjang pendidikan anaknya. Jokowi berjanji akan menambah jumlah dan nilai bantuan jika pemerintah memiliki anggaran yang lebih besar.



(OGI)