Anggota DPRD Dikeroyok, Polres Karawang Tetapkan Dua Tersangka

Antara, Cikwan Suwandi    •    Kamis, 24 May 2018 12:52 WIB
kekerasan
Anggota DPRD Dikeroyok, Polres Karawang Tetapkan Dua Tersangka
Ilustrasi kekerasan, Medcom.id - M Rizal

Karawang: Anggota DPRD Karawang Hitler Nababan menjadi korban pengeroyokan. Pada Rabu, 23 Mei 2018, Polres Karawang, Jawa Barat, menetapkan dua tersangka terkait pengeroyokan.

Kapolres Karawnag AKBP Slamet Waloya mengatakan polisi memeriksa keterangan tujuh saksi. Setelah pemeriksaan, polisi menetapkan dua tersangka.

"Pemeriksaan ini bukan merupakan delik aduan. Karena tanpa laporan pun kami bertindak," kata Slamet.

Slamet mengatakan setelah pihaknya melakukan pendalaman terhadap alat bukti rekaman video dan keterangan sejumlah saksi, pihaknya menetapkan dua orang tersangka. 

"Bukan tidak mungkin tersangka akan bertambah," kata Slamet.

Ia menyebutkan kedua tersangka sedang diperiksa oleh Satreskrim Polres Karawang. Keduanya berinisial N dan AM.

Slamet memastikan perbuatan yang dilakukan kedua tersangka merupakan perbuatan yang bersifat pribadi. Jadi tindakan itu tak berkaitan dengan institusi, organisasi masyarakat, maupun perusahaan.

Kasus bermula saat sebuah screenshot WhatsApp milik Hitler beredar di grup Badan Anggaran DPRD Karawang. Screenshot milik politikus Partai Demokrat itu berupa meme pentolan Front Pembela Islam Rizieq Shihab dan politikus Amien Rais

Sementara itu DPC Partai Demokrat Kabupaten Karawang meminta maaf atas meme yang diunggah Hitler itu. Terlebih, tindakan Hotler membuat heboh.

"Atas nama Ketua DPC Partai Demokrat Karawang dan seluruh kader, kami memohon maaf atas kejadian menghebohkan ini," kata Ketua DPC Partai Demokrat Karawnag Cellica Nurrachadiana di Kararang.

Ia berharap Hitler menyadari kesalahan itu dna tak mengulanganya lagi. Cellica pun mengatakan berkomunikasi dengan DPD Partai Demokrat Jawa Barat dan DPP untuk menjatuhkan sanksi pada Hitler.

"Dalam waktu dekat, kami akan menggelar rapim (rapat pimpinan). Terkait sanksinya belum bisa kami sampaikan, karena harus ada kajian dari teman-teman di DPC (Partai Demokrat Karawang), untuk kemudian direkomendasikan kepada DPD Partai Demokrasi Jawa Barat. Sanksi akan ditentukan oleh DPP," kata dia.

Lihat video:



(RRN)