Korban Miras Oplosan di Cicalengka Bertambah

Octavianus Dwi Sutrisno    •    Senin, 09 Apr 2018 14:45 WIB
miras oplosan
Korban Miras Oplosan di Cicalengka Bertambah
ilustrasi-medcom.id

Bandung: Korban tewas  didugaan meminum minuman keras (miras) oplosan di wilayah Cicalengka, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, bertambah jadi 18 orang. 

"Total yang datang ke RSUD itu ada 41 orang, 17 meninggal ditambah satu orang datang dalam keadaan meninggal. Jadi, total yang meninggal ada 18 orang," ungkap Dirut RSUD Cicalengka Yani Sumpena, di RSUD Cikopo, Cicalengka, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, Senin 9 April 2018. 

Saat ini, sembilan orang masih dirawat di Intalasi Gawat Darurat RSUD Cikopo dan delapan orang dirawat inap. Kemudian satu orang dirujuk ke RS Hasan Sadikim, Kota Bandung, dan sisanya telah dibolehkan pulang. 

Seluruh pasien yang datang mempunyai masalah yang sama, yaitu gejala keracunan diawali dengan keluahan pusing, mual, kehilangan kesadaran dan muntah.

"Begitu masuk, pasien ditangani dengan SOP, kita lakukan pemeriksaan, bilas lambung. Kalau muntah, muntahannya kita tampung, darahnya dibuat sampel," bebernya.

Baca: Diduga Minum Miras Oplosan, 11 Orang di Cicalengka Tewas

Selanjutnya, kandungan dalam darah dan muntahan pasien akan dibawa ke laboratorium. Hasilnya bisa diketahui paling lama dua hari.

"Bagian tubuh tidak terlihat rusak. Saluran perncernaan yang ada pendarahan. Tapi dari luar enggak terlihat. Kalau muntahan darah, di saluran pencernaaannya ada iritasi," paparnya.

Kapolres Bandung, AKBP Indra Hermawan menuturkan korban miras oplosan berdatangan ke rumah sakit sejak Kamis, 5 April 2018. 

Korban mengeluhkan sakit yang sama seperti muntah-muntah dan pandangan tidak jelas. Selanjutnya mendapatkan penanganan medis.

Polres Bandung telah berkoordinasi dengan pihak rumah sakit untuk mencari tahu penyebab kematian korban  termasuk dugaan akibat miras oplosan. 

"Kami masih mendalami, dengan memeriksa penjual dan komposisi miras oplosan," ujarnya.


(LDS)