Korban 'Begal' Payudara Diyakini Bertambah

Octavianus Dwi Sutrisno    •    Selasa, 17 Jul 2018 15:48 WIB
pelecehan seksual
Korban 'Begal' Payudara Diyakini Bertambah
Gang Swadaya II, Cimanggis, Depok, Jabar, lokasi pelecehan. (Foto: Octavianus Dwi Sutrisno)

Depok: Satuan Reserse Kriminal, Unit Perlindungan Perempuan dan Anak  (PPA) Polres Depok membentuk tim khusus, untuk menyelidiki kasus pelecehan seksual di Gang Swadaya II, Kecamatan Cimanggis, Depok, Jawa Barat, ATN, 20. Diduga korban pelecehan tak hanya ATN. 

"Baru satu korban yang kita terima laporannya, Nanti korban juga akan menjalani proses visum," kata Kanit PPA Polresta Depok Iptu Nurul Kamilawati, di lokasi kejadian, Selasa, 17 Juli 2018. 

Nurul menjelaskan, anggota unit PPA kini tengah menyelidiki kasus tersebut. Pihaknya telah mendatangi lokasi kejadian melakukan olah tempat kejadian perkara. 

"Anggota melakukan penyisiran CCTV di sekitaran gang dan melakukan penyelidikan lainnya," ungkapnya.

Sementara itu, dari keterangan korban dan sejumlah saksi, ciri-ciri pelaku telah diketahui yakni laki-laki berumur sekitar 25 tahun, dengan tinggi badan sekitar 165 sentimeter. 

Baca: Aksi 'Begal' Payudara di Depok Terjadi di Gang Sempit

Salah seorang warga di lokasi kejadian, Martina, mengungkap insiden pelecehan seksual terhadap ATN pernah terjadi sebelumnya. Namun di lokasi yang berbeda. 

"Jadi sekitar dua minggu yang lalu ada kejadian seperti ini. Tapi bukan di sini (Gang Swadaya) kejadiannya di RT yang berbeda tapi masih dekat dengan tempat ini, " ujar Martina ditemui di lokasi kejadian.

Martina mengatakan, korban diduga juga mengalami pelecehan serupa yakni payudara diremas pelaku. "Ada tiga orang anak perempuan yang sempat mengalami kejadian yang sama," tandasnya.

ATN yang menjadi korban pelecehan membenarkan, sebelum kejadian nahas menimpanya. Dia mengaku, beberapa teman kuliahnya juga mengalami hal serupa. 

"Ada tiga orang, mereka bilang sama saya pernah digituin (dilecehkan) juga, tapi mereka takut untuk melapor. Saya berani melapor, agar tidak terjadi lagi kejadian seperti yang dialami oleh saya," tegas dia.

Baca: Ciri `Pembegal` Payudara di Depok



(LDS)