Daftar Tunggu Lama, Calhaj Asal Kota Cirebon Didominasi Lansia

Ahmad Rofahan    •    Jumat, 06 Jul 2018 17:06 WIB
Haji 2018
Daftar Tunggu Lama, Calhaj Asal Kota Cirebon Didominasi Lansia
Kasi Penyelenggaraan Haji dan Umroh Kemenag Kota Cirebon.

Cirebon: Calon jemaah haji asal Kota Cirebon, Jawa Barat, didominasi oleh kalangan lanjut usia. Itu lantaran daftar tunggu yang cukup lama. 

Kepala Seksi Penyelenggaraan Haji dan Umroh Kemenag Kota Cirebon, Jajang Nuruzaman mengatakan,  jemaah tahun ini yang akan berangkat merupakan calhaj yang sudah menunggu selama delapan tahun.

"Mayoritas diatas umur 60 tahun," kata Jajang di Cirebon, Jumat 6 Juli 2018.

Jajang khawatir, umur calhaj yang akan berangkat pada tahun-tahun selanjutnya. Karena menurutnya, pada tahun ini, daftar tunggu di Kota Cirebon sudah mencapai 15 tahun. Sedangkan menurutnya, pendaftar haji yang saat ini masuk ke Kemenag Kota Cirebon, didominasi diatas 50 tahun.

"Kemungkinan tahun-tahun selanjutnya, jamaah haji yang berangkat, umurnya akan lebih tua. Karena masa tunggunya lebih lama," kata Jajang.

Sementara itu, dua calon haji asal Kota Cirebon gagal berangkat lantaran diketahui mengalami sakit gagal ginjal saat menjalani pemeriksaan kesehatan.

"Tahun kemarin belum ada peraturan ini, baru tahun ini saja," kata Jajang.

Untuk kuota dua calon haji yang gagal berangkat ini, sudah digantikan oleh calhaj lainnya yang masuk dalam daftar tunggu. Dalam kasus ini, Jajang menyebutkan, bahwa tidak diperkenankan adanya pergantian dari keluarga. Karena pergantian dari keluarga, hanya diperuntukkan bagi calhaj yang meninggal.

"Kalau sakit, tidak bisa digantikan. Kecuali kalau calhajnya itu meninggal," ujar Jajang.

Larangan calhaj yang menderita gagal ginjal berangkat haji, juga dikarenakan beberapa hal. Selain petugas pendamping yang masih kekurangan, sejumlah biaya lainnya juga saat ini sudah tidak bisa digratiskan. 

Jajang mengungkapkan, saat ini, pihak pemerintah Arab Saudi, tidak lagi menggratiskan untuk hemodialisa bagi jemaah.

"Sebelumnya gratis, sekarang bayar. Bahkan beberapa hal juga, saat ini sudah dikenakan pajak," kata Jajang.

Untuk tahun ini, Kota Cirebon akan memberangkatkan sebanyak 331 Jamaah haji. Mereka akan tergabung dalam kelompok terbang (Kloter) 76, yang akan diberangkatkan pada gelombamg dua nanti, di bulan Agustus.


(ALB)