Longsor Tutup Ruas Jalan Antarkampung di Garut

Roni Kurniawan    •    Selasa, 04 Dec 2018 09:45 WIB
longsor
Longsor Tutup Ruas Jalan Antarkampung di Garut
Warga menunjukkan longsor di Cisawu, Garut, Senin, 4 Desember 2018, dok: istimewa

Bandung: Longsor menutup ruas jalan perbatasan antara Kampung  Kersamenak-Kampung Giriwangi, Kecamatan Cisewu, Kabupaten Garut, Jawa Barat, Senin 3 Desember 2018. Hujan deras sepanjang hari mengakibatkan tebing setinggi 20 meter ambrol dan menutup ruas jalan perbatasan dua kampung di Cisewu.

Menurut Camat Cisewu Doni Rukmana, longsor terjadi sekitar pukul 16.00 WIB ketika hujan lebat mengguyur kawasan tersebut tepatnya di RT 02 RW 05 perbatasan Kampung Kersamenak dan Kampung Giriwangi. Material longsor dari tebing setinggi 20 meter itu menutup jalan sehingga tidak bisa diakses oleh masyarakat.

"Iya terjadi longsor sekitar jam 16.00 sore tadi, kondisi cuaca lagi hujan ageung (hujan besar)," kata Doni saat dihubungi Medcom.id melalui telepon seluler, Senin 3 Desember 2018 malam.

Doni mengatakan, saat ini ruas jalan penghubung dua kampung tersebut tidak bisa dilalui karena material longsor yang banyak serta hujan deras masih mengguyur kawasan Cisewu. 

"Kendaraan roda dua dan roda empat belum bisa lewat, karena kita masih bersihkan sedikit-sedikit material longsor," sambungnya.

Sementara itu, diakui Doni, dalam kejadian tersebut tidak ada korban jiwa. Namun longsor dari tebing ketinggian 20 meter itu telah menimbun bangunan berupa warung yang berada di pinggir jalan dekat tebing.

"Tidak ada korban, karena tidak ada warga yang lewat saat terjadi longsor. Cuma warung yang kena material longsor, warung itu kosong tidak diisi," pungkasnya.


(RRN)