Lapas Cirebon Rusuh Gara-gara Razia HP

Ahmad Rofahan    •    Rabu, 21 Mar 2018 20:48 WIB
kerusuhan penjara
Lapas Cirebon Rusuh Gara-gara Razia HP
Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kesambi, Cirebon, Jawa Barat, rusuh pada Rabu, 21 Maret 2018, akibat adanya penolakan razia handphone (HP) di lapas tersebut. Medcomid/Ahmad Rofahan

Cirebon: Ratusan Narapidana (Napi) di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas 1 Cirebon ricuh dan melempari petugas. Narapidana ricuh karena petugas sering razia telepon seluler.

Kapolresta Cirebon AKBP Adi Vivid Bachtiar mengungkap Lapas Cirebon telah menyediakan warung telepon khusus (Wartelsus) agar bisa menghubungi dunia luar. Namun, warga lapas lebih memilih telepon genggam.

"Kata mereka, wartel di dalam mahal," kata Adi, Rabu, 21 Maret 2018.

Warga Lapas Cirebon juga menganggap penggunaan gawai lebih murah karena banyak promo.

(Baca: Kerusuhan Terjadi di Lapas Cirebon)

Adi sudah menyampaikan keluhan tersebut ke Kalapas Cirebon agar bisa memenuhi kebutuhan sarana komunikasi bagi para Narapidana. Warga Lapas Cirebon ini juga meminta kepada petugas untuk tidak melakukan razia secara rutin yang hampir lima kali setiap bulan.

Sementara itu, Kalapas Kelas 1 Cirebon Heni Yuwono hanya menjawab secara diplomatis soal mahalnya biaya komunikasi di dalam lapas. Wartelsus di Lapas Cirebon merupakan kerja sama dengan pihak ketiga. Karena itu ia tak paham tarif yang berlaku.

"Kita akan coba cari provider yang lebih murah," kata Heni.

(Baca: Suasana Lapas Cirebon Pascakerusuhan)


(SUR)